Archive for April 15th, 2007

h1

SEJARAH AYAM PELUNG

April 15, 2007

pelungcianjur.jpgAyam Pelung merupakan salah satu plasma nutfah ternak asli Indonesia. Dilaporkan oleh Subandi dan Abdurrachim tahun 1984 (dalam �Mengenal Ternak Indonesia: Ternak Unggas 1), bahwa ayam Pelung ditemukan di desa Bumi Kasih, Jambu Dipa, Songgom dan Tegal Lega, yang terletak di Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dipelihara masyarakat utamanya untuk suara jago yang khas. Populasi pada tahun 1994 2) sekitar 5-6 ribu ekor dan berkembang mencapai kurang lebih 40 ribu ekor pada tahun 2003 9)

Dari informasi yang dikumpulkan oleh HIPPAPI (Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung Indonesia) tahun 1993 mengemukakan sebuah legenda, yang tentunya bagi kita boleh percaya atau tidak, bahwa konon seorang tokoh bernama Haji Bustomi (Alm.) alias Bapak Guru Karta, seorang penduduk Kampung Cicariang, desa Jambudipa Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur menceritrakan bahwa ayam Pelung sudah dipelihara dan dikembangkan sejak tahun 1850 oleh seorang Kiai bernama H. Djarkasih alias Mama Acih (Alm.). Ia, penduduk desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang, menemukan seekor anak ayam jantan besar, tinggi dan �turundul� (berbulu jarang). Ayam tersebut kemudian dipelihara dengan baik. Ayam tersebut tumbuh dengan pesat dan berkokok dengan suara besar, panjang dan berirama. Pada waktu orang kagum dengan ayam tersebut, maka dinamakan dengan �Pelung�. Sejak itu ayam tersebut mulai berkembang dan secara alami terseleksi oleh masyarakat peminatnya.
Read the rest of this entry ?

h1

Joglo Cianjur Tergusur

April 15, 2007

riva-cianjur.jpgPEMBANGUNAN taman kota yang merupakan bagian dari strategi penataan lingkungan sangat diperlukan setiap daerah. Dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW), taman kota merupakan lahan hijau yang menjadi paru-paru kota. Dengan terciptanya taman kota diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih tertata dengan rapi dan segar. Pada akhirnya, dapat mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.

Seperti diungkapkan Bupati Cianjur, Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, M.M., saat ini di Cianjur belum terdapat taman kota dan kawasan hijau yang bisa dijadikan sebagai paru-parunya Kota Cianjur. Pemerintah Kab. Cianjur, kata Tjetjep, akan mengupayakan membangun taman kota yang dapat dijadikan sebagai paru-paru kota sekaligus menjadi tempat aktivitas masyarakat.
Read the rest of this entry ?