
Usaha Rajutan
June 5, 2007
Kerajinan rajutan merupakan usaha yang dapat ditekuni dan menjanjikan keuntungan. Produk yang dihasilkan dapat berupa perlengkapan perempuan, mulai dari tas, dompet, gantungan handphone hingga sandal. Selain itu, produknya dapat berupa kopiah rajut untuk kaum laki – laki.
Usaha kerajinan rajutan ini berkembang di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Salah seorang pengusaha yang menekuni usaha ini adalah Iis Sumartini dan suaminya Bunyamin. Sentra kerajinan rajutannya terletak dikawasan Cibeureum, Bojong Galling, Sukabumi. Lokasinya berada disebelah barat Kota Sukabumi.
Untuk mencapainya dapat mengambil arah ke Sukaraja, lalu menuju Kebon Pedes, tepatnya di Kampung Ranji dikawasan Bojong Galling. Proses pembuatan kerajinan rajutan disini dikerjakan oleh tangan terampil para pengrajin wanita, yang sebagian besar ibu rumah tangga. Untuk membuat kopiah rajut, menggunakan bahan berupa benang nilon dan kain kasa.
Para ibu disini sangat terampil merajut kopiah. Bahkan ada yang dapat merajut kopiah dengan mata ditutup. Kopiah yang telah selesai kemudian dikemas rapih dan siap dijual.
Dalam satu hari, seorang pengrajin dapat menghasilkan dua hingga tiga kopiah rajut. Upahnya tiga ribu lima ratus rupiah per kopiah. Sentra kerajinan rajutan milik Iis ini setiap bulannnya dapat menghasilkan empat ribu kopiah rajut beragam model.
Mulai dari kopiah nasional, kopiah istambul, hingga kopiah gaul. Keunggulan kopiah rajut buatan Sukabumi bentuk rajutannya teratur dan lentur, sehingga nyaman dipakai. Kopiah rajut ini dipasarkan keseluruh Indonesia. Bahkan telah diekspor ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Brunai Darusalam. (Helmi Azahari/Dv/Sup)


