Archive for September 3rd, 2007

h1

GPRS Murah

September 3, 2007

Saat ini menurut saya gprs yang paling murah adalah pake Mentari atau M3.Tarifnya cm Rp.1/kb. cara Setting adalah sebagai berikut :

  • apn:indosatgprs,
  • proxy:010.019.019.019,
  • port:8080,
  • pasword dan username:indosat.

Lumayan kalau hanya buat chat atau cek email menggunakan HP. Tetapi kalau buat browsing, apalagi yg berat dijamin deh langsung nyedot pulsa.

Jika Ingin browsing dipc ato buat dowload2 pake yg time based aja.Taripnya rp100 permenit.Caranya kayak yg diatas,cm diganti user name dan paswordnya jd indosat@durasi.Kl diitung2 100X60menit=6rb perjam.Tetep murahan diwarnet ya hehe.

Saat ini kok blm ada ya operator selular yg berani menggratisken gprsnya.He2.Mimpi kali ya.Tp siapa tahu suatu saat nanti…

Sampai tanggal 1 September masih tetep Rp1.

h1

TEMBANG CIANJURAN

September 3, 2007

Saat ini, Tembang Cianjuran kerap menjadi bagian tak terpisahkan dari sebuah pertunjukkan kesenian pada acara-acara penyambutan tamu bagi masyarakat Sunda, seperti pernikahan ataupun khitanan. Alunan suara sekar (sinden) yang merdu diiringan instrumen kecapi dan suling membuat suasana lebih anggun, santun, khidmat dan penuh dengan ramah-tamah. Sehigga para tamu yang datang pasti akan hanyut terbawa suasana yang ada. Jika dikatakan Tembang Cianjuran adalah musik sunda yang memiliki warna musik begitu mempesona, anggun, lembut dan halus. Hal tersebut memang sangat erat hubungannya dengan cikal bakal dan perkembangan Tembang Cianjuran.

Seni Tembang Cianjuran lahir dari hasil cipta rasa dan karsa Bupati Cianjur IX, R. Aria Adipati Kusumaningrat (1834-1861), atau lebih sering dikenal dengan sebutan “Dalem Pancaniti”. Namun dalam penyempurnaannya hasil ciptaannya tersebut, dalem Pancaniti dibantu oleh seniman kabupaten yaitu: Rd. Natawiredja, Aem dan Maing Buleng. Ketiga orang inilah yang kemudian mendapat izin Dalem Pancaniti untuk menyebarkan lagu-lagu Cianjuran.
Pada zaman pemerintahan R.A.A Prawiradiredja II (1861-1910), seni Tembang Cianjuran disempurnakan lagi aturannya. Dengan ditambah iringan suara kecapi dan suling, maka lahirlah Tembang Cianjuran yang dikenal sampai saat ini.
Read the rest of this entry ?