h1

Komoditas Cianjur

April 3, 2006

Harga beras diperkirakan cenderung akan terus naik selama beberapa pekan ke depan karena musim kemarau yang cukup panjang.

Menurut Sekretaris Koperasi Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang Nellys Soekidi, kenaikan harga terjadi karena menurunnya pasokan beras lantaran musim kemarau yang cukup panjang ini. “Stok masa panen sebelumnya sudah hampir habis,” kata Nellys kepada Tempo.

Dia menambahkan, tren kenaikan harga beras mulai terlihat pekan ini. Harga beras untuk IR-64 III pekan ini naik menjadi Rp 3.950 dari dari Rp 3.850 per kilogram pekan lalu. Sedangkan harga beras kelas medium naik dari Rp 4.100 pada pekan lalu menjadi Rp 4.200 per kilogram pekan ini.

Namun, sebelum dan sesudah Lebaran, kata Nellys, harga beras malah cenderung stabil. “Harga beras selama beberapa hari ini naik rata-rata Rp 50-100 per kilogram. Pekan-pekan depan saya perkirakan bisa naik hingga Rp 200-300 per kilogram,” ujarnya.

Karena itu, dia meminta pemerintah terus mengawasi pergerakan harga beras pekan-pekan depan. “Apalagi kalau harga rata-rata beras termurah saat ini sudah mencapai Rp 4.500-4.600 per kilogram. Pemerintah harus segera melakukan operasi pasar,” paparnya.

Pemerintah membenarkan adanya tren kenaikan harga beras menjelang akhir tahun ini. “Sebab, pasokan berkurang karena masa panen mundur, sementara permintaan tetap,” kata Direktur Bina Pasar dan Distribusi Departemen Perdagangan Gunaryo.

Dia menjelaskan harga beras mulai naik sejak Oktober lalu. Sekarang rata-rata harga beras Rp 4.200 per kilogram. Namun, saat ini pemerintah belum merasa perlu melakukan operasi pasar karena kenaikan harga beras hanya terjadi pada jenis beras kelas atas.

Departemen Perdagangan juga tidak khawatir tren kenaikan harga beras itu akan terus berlanjut karena ini terjadi tiap tahun dan sifatnya hanya sementara.

“Apalagi Departemen Pertanian juga sudah meyakinkan kami tidak ada kekurangan stok beras,” katanya. “Stok di pasar relatif aman,” kata Gunaryo.

Ditanyai soal antisipasi terhadap lonjakan harga ke depan, Gunaryo menyatakan pemerintah akan melihat kondisi perberasan secara komprehensif. “Kalau lihat dari daerah, infonya kan (stok) cukup. Kita lihat nanti. Mudah-mudahan tidak ada kekurangan,” katanya.

Berdasarkan laporan pantauan harga dan distribusi barang kebutuhan pokok Departemen Perdagangan, harga beras kualitas medium di Pasar Induk Cipinang selama seminggu terakhir relatif tetap pada Rp 3.950-4.350 per kilogram.

Bahkan jika dibandingkan dengan harga rata-rata selama tiga bulan sebelumnya, harga beras turun 1,41 persen.

Adapun harga beras kelas atas, seperti beras Cianjur Kepala (semula Rp 6.000) dan Cianjur Slyp (semula Rp 5.500), masing-masing naik Rp 100 per kilogram. Sedangkan harga beras Setra, yang sebelumnya mencapai Rp 5.400, Saigon Rp 4.900, serta Muncul I dan Muncul II Rp 4.300, masing-masing naik Rp 50 per kilogram.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: