h1

Harga Beras Cianjur Melambung Tinggi

December 3, 2006

CianjurHarga eceran berbagai jenis beras di tingkat pedagang yang ada di Kabupaten Cianjur kian tidak terkendali. Setiap hari harga beras di daerah penghasil beras ini terus naik. Di Pasar Induk Cianjur, sejak Rabu kemarin, harga beras paling murah dijual antara Rp 4.700 hingga Rp 5.500 setiap kilogram.

Mahalnya harga beras di pasaran sudah mulai mempengaruhi kemampuan konsumen membelinya. Pasalnya, banyak di antara konsumen yang terpaksa mengurangi volume pembelian. Selain itu, kenaikan harga beras yang progresif saat ini membuat bingung konsumen. Kenaikan harga beras diperparah dengan mulai naiknya berbagai kebutuhan lain, seperti telur, minyak goreng, dan tepung terigu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari para pedagang, harga jual beras tergantung jenis dan kualitasnya. Apabila melihat perkembangan harga yang terus naik, mereka memperkirakan kemungkinan harga beras bisa mencapai Rp 6.000 per kilogram. Pasalnya, saat ini saja, beras kualitas rendah paling murah yang dijual pedagang sudah mencapai Rp 4.700. Padahal, sebelumnya beras jenis itu dijual di bawah Rp 4.000. Lalu, beras kualitas medium yang semula dijual Rp 4.300 per kilogram, kini dijual Rp 5.000. Untuk jenis beras bagus seperti jenis slip, semula dijual Rp 4.500, tapi saat ini sudah mencapai harga Rp 5.500 per kilogram.

Bersamaan dengan naiknya harga beras, beberapa kebutuhan sehari-hari ikut mengalami kenaikan pula. Misalnya, harga telur semula Rp 7.800 per kilogram, beberapa hari terakhir naik menjadi Rp 8.200. Kemudian minyak goreng dari Rp 6.000 menjadi Rp 6.200, dan tepung terigu asalnya Rp 3.800 naik menjadi Rp 4.000 per kilogram.

Lukman, 30 tahun, pedagang beras eceran di Pasar Induk Cianjur, mengungkapkan, naiknya harga beras disebabkan terbatasnya stok. Malahan, kata Lukman, saat ini mereka kesulitan mendapatkan stok beras dengan harga yang terjangkau. Umumnya, selain persediaannya terbatas, harga yang ditawarkan pedagang besar atau penggilingan setiap harinya mengalami kenaikan. “Memang naiknya tidak sekaligus, tapi bertahap. Hampir tiap belanja harga selalu berubah,” kata Lukman.

Lukman menambahkan, kondisi seperti ini membuat stok beras di gudang miliknya berkurang dari biasanya. Biasanya, imbuh Lukman, ia selalu memiliki stok antara 2 hingga 3 ton, “Saat ini untuk mendapatkan stok 1 ton saja sangat sulit,” katanya.

Imas, 35 tahun, salah seorang ibu rumah tangga, mengaku biasanya membeli beras rutin sebanyak 10 kilogram setiap minggu. Namun, ungkap Imas, dengan harga saat ini, ia terpaksa mengurangi pembelian. “Sekarang beli berasnya dikurangi jadi 6 kilo. Soalnya mahal,” ujarnya.

Mengenai kemungkinan dilakukan operasi pasar, Wakil Kepala Sub Divisi Regional Bulog Cianjur, Apip Djajadisastra, mengatakan kesiapannya memenuhi kebutuhan beras. Namun, kata Apip, pihaknya baru bisa melakukan operasi pasar jika ada permintaan resmi dari pemerintah setempat. “Yang menentukan operasi pasar itu bukan kami, tapi pemerintah setempat. Kami siap mendukung dengan stok beras yang ada di gudang saat ini,” ungkapnya.

Dikatakan Apip, selain permintaan resmi untuk melakukan operasi pasar, pemerintah setempat juga yang menentukan berapa banyak kebutuhan dan berapa harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan. “Jadi, pemerintah harus menentukan dulu berapa HET. Kita siap melayani kebutuhan pemerintah,” jelasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: