h1

MENJAGA HUBUNGAN RUMAH TANGGA

January 25, 2007

Membuat komitmen, termasuk komitmen merajut kasih dengan pasangan dalam kehidupan rumah tangga, rasanya bukan hal yang sulit. Bahkan, bisa dibilang, semudah menelan seteguk air. Yang susah adalah menjaga komitmen tersebut agar tetap berada pada jalurnya. Menjaga agar Anda berdua tidak mencederai komitmen yang sudah dibuat.
Sering sekali kita lihat, orang dengan gampang membuat komitmen. Namun, tak sedikit di antara mereka yang mengingkari komitmen yang sudah mereka buat, yang berujung pada retaknya hubungan, bahkan perceraian. Jadi, soal penting yang harus Anda hadapi adalah menjaga komitmen yang sudah Anda buat. Bagaimana caranya? Simak kiat berikut:

1. Jujur pada pasangan
Kejujuran merupakan langkah awal dalam menjalin hubungan dan menjaga komitmen. Dengan kejujuran, Anda memiliki tanggung jawab moral untuk selalu menjaga komitmen yang sudah Anda buat. Sebaliknya, kebohongan hanya akan mencederai komitmen. Yang juga harus dijaga adalah sikap apa adanya. Jangan berlebihan dalam segala hal, supaya komitmen tidak terlanggar. Menutup-nutupi dan melebih-lebihkan suatu kebenaran juga akan mengganggu komitmen. Langkah ideal yang perlu Anda lakukan adalah bersikap jujur dan apa adanya terhadap pasangan. Sikap ini akan membawa Anda berdua ke hubungan yang harmonis dan suasana penuh kebahagiaan, sehingga hubungan Anda berdua tetap utuh.

2. Sabar kunci
utuhnya rumahtangga

Bagaimana Anda bisa menjaga komitmen jika emosi Anda gampang tersulut, bahkan oleh kabar yang belum jelas, misalnya? Oleh karena itu, bersikap sabar sangat penting untuk mempertahankan komitmen. Orang yang mudah emosi saat menghadapi masalah, cenderung untuk juga mudah menghancurkan komitmen yang telah mereka buat.

Oleh karena itu, terimalah setiap kejadian, baik menyenangkan maupun tidak, dengan hati lapang. Jadikan itu semua sebagai pelajaran hidup. Ingat, kesabaran sangat menentukan utuhnya komitmen Anda dan pasangan dalam membina keharmonisan hubungan.

3. Saling memberi perhatian
Perhatian yang tulus akan menjadi inspirasi bagi Anda berdua untuk terus menjaga komitmen. Mungkin banyak godaan yang muncul di sekitar Anda. Misalnya, godaan untuk berbagi perhatian dengan pria lain, selain suami Anda. Godaan semacam inilah yang akan menghancurkan komitmen yang sudah Anda buat dengan pasangan.

Satu-satunya jalan untuk menghindari godaan semacam ini adalah dengan saing memberi perhatian pada pasangan. Tentu, perhatian yang memang tulus dari lubuk hati, bukan perhatian yang penuh kedok. Anggaplah pasangan sebagai orang yang sangat berarti dalam hidup Anda. Ingatlah selalu bahwa dia adalah orang terbaik yang Anda miliki untuk bersama-sama menjalani hidup. Dengan sikap seperti ini, komitmen untuk menjaga rumahtangga akan tetap terjaga dan Anda dapat menjalani kehidupan ini dengan tenang.

4. Bertanggungjawab terhadap komitmen
Komitmen tentu butuh tanggungjawab. Cobalah untuk tidak bersikap seenaknya, namun jangan pula ada paksaan dalam hal membuat komitmen. Komitmen harus dibuat berdasarkan kesadaran penuh kedua pihak.

Jika ini bisa terwujud, maka Anda berdua pasti akan dengan sepenuh hati bertanggungjawab menjalankan komitmen demi kelangsungan hubungan. Anda dapat menjaga tanggung jawab, misalnya, dengan menghargai pasangan Anda. Jika Anda tidak mau dilukai, maka jangan lukai pasangan dengan mengingkari komitmen yang telah dibuat. Inilah tanggung jawab yang harus Anda junjung tinggi.

5. Mental pun perlu disiapkan
Seringkali, komitmen harus dibuat dengan sejumlah risiko. Tak pelak, mental Anda pun harus disiapkan demi mengantisipasi hal-hal yang mungkin tak pernah terlintas dalam benak Anda. Misalnya, Anda menemukan bahwa pasangan ternyata masih saja suka pada hobi lamanya yang sangat menyita waktu, sementara Anda sudah berkomitmen untuk tidak mengutak-atik kebiasaan pasangan.

Untuk itu, dalam membuat komitmen, Anda juga harus menyiapkan mental agar tidak terkaget-kaget ketika berjumpa dengan sejumlah risiko. Dengan mental yang kuat, komitmen pun akan semakin kuat. Jalinan asmara pun akan tetap terjaga dan harmonis. Tanpa mental yang oke, bisa-bisa komitmen tidak akan lama bertahan, dan ini berarti hubungan terancam.

Sebaiknya, sebelum benar-benar siap mental, jangan buat komitmen apa pun. Jangan cederai diri Anda sendiri dan pasangan dengan komitmen yang rapuh. Hanya dengan kesiapan mental, komitmen merajut rumah tangga akan berjalan lancar.

6. Berani berkorban
Membuat komitmen seringkali harus mengorbankan keinginan pribadi. Anda harus berani berkorban bila ingin membuat komitmen dengan seseorang, termasuk dengan pasangan hidup. Komitmen untuk menikah, membawa konsekuensi untuk tak lagi asyik dengan masa lalu. Komitmen untuk menikah menuntut Anda untuk lebih banyak menghabiskan waktu untuk keluarga. Teman-teman dan masa lalu mungkin tak lagi menjadi prioritas. Jadi, berani berkorban untuk sebuah komitmen itu penting. Juga, memfokuskan pada komitmen yang telah dibuat dengan mengorbankan beberapa hal yang dulu Anda miliki.

7. Bikin perencanaan yang matang
Setelah membuat komitmen, tentu Anda tak bisa hanya berdiam diri. Anda harus segera membuat rencana matang, apa saja yang hendak Anda lakukan bersama pasangan. Bertanyalah pada diri sendiri, “Setelah ini apa yang harus aku lakukan?” Pertanyaan inilah yang akan menuntun Anda ke langkah-langkah yang jelas. Ada arah yang harus Anda berdua tuju, dan ini harus direncanakan dengan matang.

Jangan biarkan komitmen Anda kosong, tidak jelas dan tidak memiliki arah serta tujuan. Dengan perencanaan, Anda akan tetap selalu menjaga komitmen, karena begitu Anda mengingkari komitmen, perencanaan pun akan buyar dan tujuan hidup berdua tak akan tercapai. Jadi, salah satu jalan menjaga komitmen adalah perlunya memiliki perencanaan yang matang.

8. Pentingnya komitmen tanpa syarat
Komitmen akan langgeng bila Anda membuatnya tanpa melibatkan syarat apa pun, kecuali cinta dan harapan. Bila komitmen Anda hanya ingin meraih kepentingan atau ambisi pribadi, tak usah heran jika komitmen Anda akan cepat pudar. Hubungan pun akan hambar dan bisa-bisa tak akan bertahan lama. Perceraian pun bakal mengintai perjalanan hidup rumah tangga Anda.

Jadi, lepaskan dulu nafsu-nafsu merusak dalam diri Anda sebelum membuat komitmen. Anggap pasangan sebagai pribadi yang perlu dihargai. Jalinan kasih tanpa syarat dengan komitmen yang tulus akan membuat hidup Anda berdua lebih enjoy. Tidak ada beban yang perlu dikhawatirkan.

9. Jaga sikap baik
Menjaga komitmen juga berarti menjaga sikap. Jadi, kembangkan sikap-sikap yang baik dan tepislah sikap-sikap yang merusak. Jangan kotori komitmen dengan sikap yang buruk, misalnya gampang curiga, tidak percaya pada pasangan, atau ingin selalu menang sendiri. Sebaliknya, cobalah untuk bersikap menyenangkan, misalnya ramah, berbaik sangka, dan jujur kepada pasangan. Sikap positif itu harus terus Anda jaga demi komitmen pada pasangan hidup.

Tak mudah memang menjaga hal-hal yang baik, sesulit Anda menjaga komitmen. Namun, dengan sikap yang Anda punya, yakinlah bahwa Anda akan mampu. Mungkin dengan sedikit kerja keras dan kesabaran, sikap Anda akan tetap terjaga dan komitmen juga akan aman-aman.

10. Cari terus inspirasi
Komitmen akan semakin kuat bila Anda rajin mencari inspirasi untuk mencipta hidup berdua yang lebih baik. Anda dapat mempelajari pengalaman hidup orang lain, bisa pula dengan menonton film atau membaca buku. Dari situ, Anda dapat memetik hikmah yang diberikan untuk selalu menginspirasi Anda dalam menjaga komitmen. Pengalaman hidup yang tertuang dalam buku atau cerita film, misalnya, akan membantu meneguhkan komitmen dengan pasangan.

Lebih baik lagi, pelajarilah pengalaman orang lain yang jatuh bangun mempertahankan komitmennya. Ini akan dapat mempertebal semangat Anda dalam menjaga komitmen dengan pasangan. Carilah inspirasi sebanyak mungkin, agar Anda dapat menjaga komitmen demi keharmonisan hubungan dengan pasangan.

September 2007 |R-D

One comment

  1. Web Blog warga banten wordpress Tiba2 Hilang Kenapa Ya.. Tidak bisa diakses lagi.. Apa memang blog wordpress bisa dihapus tanpa kita atau orang lain tahu adminnya..?

    Terima kasih Jawabanyya



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: