h1

Siapa di Balik Situs!

April 10, 2007

template web cianjur gratisBiar lebih jelas bagaimana orang-orang TI berkarya, Anda bisa melihatnya dalam sistem kerja pembuatan sebuah situs.

Anda mengunjungi Yahoo, Google, Detik.com, atau situs apalah yang jadi favorit Anda? Mungkin Anda penasaran siapa saja orang-orang berlatarbelakang teknologi informasi (TI) yang mendukung beroperasinya sebuah website.
Di bagian TI, tidak hanya sebatas orang yang ahli pemrograman yang berkiprah, tapi cukup beragam sesuai dengan tugas masing-masing. “Kerja membuat sebuah website adalah kerja tim. Di sini bisa kelihatan bidang-bidang TI saling bantu dan saling terkait,”
Ya, perkembangan internet saat ini sudah memaksa semua pelaku bisnis untuk terjun dan memanfaatkannya. Dari sekadar memanfaatkan e-mail sampai membuat situs untuk promosi, atau malah berjualan secara online.

Memang, teknologi internet menjadi potensi tempat promosi yang menjanjikan, sebab internet telah membuang keterbatasan jarak dan waktu. Sebuah situs yang sudah online bakal bisa diakses dari seluruh penjuru dunia. Dan tak urung, banyak pihak mulai berlomba membuat situs untuk sarana promosi dan tempat jualan mereka.
Potensi inilah akhirnya yang membuat banyak bermunculan perusahaan penyedia jasa pembuatan dan pengelolaan website, atau paling tidak ada kebutuhan dari perusahaan-perusahaan yang mempunyai situs untuk merawat dan mengelola situsnya agar tetap dapat diakses.


Pada setiap situs, biasanya struktur kerja yang berlaku sedikit berbeda. Begitu -bleep- soal “bayarannya”, tergantung perusahaan, deskripsi tugas, pengalaman, dan juga portofolionya.
Namun, pemaparan di bawah ini bisa menjadi gambaran dasar tim kerja di balik sebuah web, serta jenis SDM yang dibutuhkan.

Analis sistem (System analyst)
Profesi ini dalam sebuah website berfungsi sebagai konseptor, dan menyiapkan segala faktor untuk mempersiapkan “pembangunan” sebuah situs. Mereka juga yang bakal menentukan siapa saja yang akan terlibat dalam kerja tim tersebut. Ia juga bertugas untuk merancang site structure/site map (semacam struktur kerja operasi dalam sebuah situs), membuat diagram alur data (Data Flow Diagram atau DFD) dan juga skema database. Yang terakhir ini dilakukan apabila proyek yang dikerjakan berupa aplikasi web. Pembuatan progress report atau laporan kerja yang sekaligus memonitor setiap perkembangan proses kerja dilakukan oleh analis sistem. Analis sistemlah yang membuat Anda mudah memperoleh informasi dalam sebuah situs. Jika Anda mengeklik link ke halaman-halaman isi situs, alur links tersebut merupakan salah satu hasil rancangan analis sistem.
Keahlian yang diperlukan: Analis sistem setidaknya mengerti keseluruhan aplikasi yang berjalan atas suatu web. Dari aplikasi pemrograman, HTML, database, sampai ilmu desain. Meski yang terakhir ini tidak mutlak. Jadi, tugas dan keahlian yang mesti dikuasai seorang analis sistem cukup banyak.

Desainer web
Tampilan sebuah situs boleh dibilang adalah unsur utama yang juga berfungsi sebagai daya tarik sebuah web. Nah, jabatan desainer web ini bertanggung jawab untuk merancang dan membuat sebuah desain website. Dari tampilan background, jenis font yang dipakai, warna, sampai ilustrasi dan icons menu yang digunakan dalam situs ini adalah pekerjaannya. Selain itu, desainer web juga bertugas membuat storyboard serta layout desain web. Storyboard dibuat jika website yang dibuat lebih bersifat tematik. Segala yang berhubungan dengan desain grafis atas sebuah web adalah gawean si desainer web. Kini, desainer grafis diwajibkan juga menguasai aplikasi flash (animasi web).
Keahlian yang diperlukan: Mempunyai jiwa seni dan kreativitas tinggi. Mengerti dan mengusai aplikasi-aplikasi desain grafis seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Macromedia Freehand, dan aplikasi flash seperti Macromedia Flash. Prinsip-prinsip desain pun mesti dikuasai, paling tidak memiliki sense of art yang baik. Ilmu tambahan yang juga mesti mereka kuasai adalah bahasa pemrograman web: HTML.

Programer web
Programer web (web programmer) bisa dibilang adalah pemberi jiwa sebuah situs. Hasil olahannya membuat desain web tidak hanya sekedar tampilan saja, tetapi juga bisa dioperasikan dan dijalankan. Dialah yang membuat “mesin” pengoperasian sebuah situs. Contoh sederhana saja, jika Anda melihat sebuah image berbentuk tombol dalam tampilan sebuah web, tombol tersebut tidak akan berfungsi sebagai “tombol maya” yang bisa membawa Anda ke halaman lain atau membuka sebuah aplikasi web, tanpa diberi aplikasi atau pemrograman oleh programer web. Tugas yang diembannya antara lain membuat scripting (JavaScript/ DHTML), membuat aplikasi-aplikasi web dan database, jika situs tersebut membutuhkannya.
Keahlian yang diperlukan: Menguasai bahasa pemrograman HTML adalah syarat mutlak. Selain itu, programer web diwajibkan mengusai scripting: JavaScript dan DHTML. Ia juga mengerti aplikasi web programming seperti ASP/PHP/ColdFusion – boleh salah satunya saja, tergantung platform dari sistem web digunakan. Pengetahuan tentang database semisal Ms. SQL Server, MySQL, dan sebagainya, sebaiknya juga dikuasai.

Content writer/copywriter
Content writer atau copywriter di sini dimaksudkan sebagai posisi yang bertugas untuk mengisi website dengan unsur-unsur tekstual seperti informasi, berita, pengumuman, data, dan sebagainya. Bak sebuah surat kabar, kebaruan informasi yang ada di web sangatlah penting. Fungsi copywriter-lah yang berjalan di sini, dan dialah yang bertanggung jawab atas semua isi (informasi) yang muncul dalam sebuah website. Pada portal-portal berita, content writer ini biasanya juga berfungsi sebagai reporter yang bertugas untuk mencari berita.
Keahlian yang diperlukan: Kemampuan jurnalistik atau menulis adalah syarat mutlak, agar tampilan data yang tampil jadi informatif. Selain itu, pengetahuan dasar mengenai web dan HTML sebaiknya juga dimiliki.

System/network administrator
Fungsi ini memang tidak selalu ada. Dan biasanya posisi tugas ini sangat diperlukan pada proyek aplikasi web intranet dan ekstranet. Fungsi system administrator adalah mengelola dan menjaga situs yang dibuat agar tetap online, dan bisa diakses oleh para netter. Ia juga bertanggung jawab atas instalasi jaringan dan proses set up perangkat server. Selain itu, tugas mengelola dan mengatur segala yang berhubungan dengan perangkat hardware dan software seperti server hardware, jaringan, operating system, web server, sampai database, ada di pundaknya.
Keahlian yang diperlukan: System administrator harus menguasai sistem operasi seperti Windows NT, Win 2000, Linux. Ia juga harus mengerti soal jaringan atau networking dan juga paham web server: Ms. IIS, Apache Web Server, dan sebagainya.

Webmaster
Kalau web programmer tadi bertugas saat proses pembangunan sebuah website, webmaster bertugas saat website sudah online. Fungsinya lebih berat ke proses maintenance, troubleshooting, analisis situasi-kondisi, dan rekomendasi atas sebuah situs. Sederhananya bisa dibilang, webmaster memelihara produk yang sudah dibuat web programmer.
Keahlian yang diperlukan: Hampir sama dengan web programmer; menguasai bahasa pemrograman HTML, scripting dengan JavaScript dan DHTML, menguasai web programming seperti ASP, PHP, atau ColdFusion serta punya pengetahuan tentang database seperti Ms. SQL Server, MySQL.

Nah, dari gambaran di atas, Anda bisa mengetahui bagaimana tim kerja berbasis pengetahuan TI dalam pembuatan sebuah situs atau website. Dan ini baru salah satu implementasi riil dari ilmu komputer, yang tiap sub-ilmunya masih terus berkembang. Peluang juga masih luas. Tinggal sekarang Anda yang menentukan ingin mendalami yang mana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: