h1

Berita Seputar Guru

June 28, 2007

  1. “Brain Drain”: Apakah Hanya Masalah Gaji ?, Kompas, 1/7/2003, 4
  2. “Guru Bantu Dan PNS Guru Resah,Insentif Tak Cair”, Suara Merdeka, 2/4/2007, H
  3. “Perlu Tentukan Dulu Kriteria GTT”, Suara Merdeka, 27/2/2003, 19
  4. “Saya Sekarang merasa Lega”, Suara Merdeka, 28/7/2003, 22
  5. 1.099 Guru Terima Rapelan, Wawasan, 8/9/2003, 3
  6. 1.116 Guru Bantu di Banyumas belum Menerima Honor, Suara Merdeka, 11/8/2003, 28
  7. 1.759 Guru Bantu belum Terima Honor, Republika, 11/8/2003, 3 (Kalam DIY & Jateng)
  8. 10.000 anak TKI di Malaysia terancam buta huruf, Waspada, 21/1/2004, 1
  9. 102 Guru Minta Dikembalikan, Suara Merdeka, 27/6/2003, 19
  10. 106 Guru Wiyata Bakti Ikut Seleksi Guru Kontrak, Suara Merdeka, 7/6/2003, 26
  11. 117 Guru Protes Motor Pomas, Surya, 20/8/2003, 6
  12. 13 Ribu Guru WB Jateng akan Diangkat Jadi PNS, Republika, 16/9/2003, 1 (Kalam DIY & Jateng)
  13. 142 dosen UKI mogok mengajar, Koran Tempo, 15/9/2005, C11
  14. 15 TKI Diadili di Malaysia Hari Ini, media Indonesia, 29/1/2002, 20
  15. 16.000 Guru Segera Pensiun, Suara Merdeka, 10/9/2003, 19
  16. 169 Kepsek Pensiun Dipertahankan, Surya, 8/1/2004, 6
  17. 178 Guru Bantu Tg. Balai Akhirnya Terima Gaji, Waspada, 24/10/2003, 6
  18. 19 Guru Sekolah Dasar Tidak Dapat Gaji, Bernas, 21/2/2003, 10
  19. 190,714 Guru Kontrak Diangkat Juli 2003, Waspada, 14/5/2003, 1
  20. 196 Guru Bantu, 51 Kepsek TK/SD dan Lima Pengawas Dilantik, Waspada, 1/7/2003, 15
  21. 20 Tahun Lagi UGM Tidak Menerima PNS, Bernas, 2/8/2003, 2
  22. 24.747 guru wiyata bakti diangkat jadi guru bantu, Bernas, 10/2/2004, 3
  23. 240 guru ngaji tuntut honor tahunan, Suara Merdeka, 26/7/2004, 23
  24. 252 Guru MDA Madina Dapat Dana Kesejahteraan, Waspada, 6/9/2003, 16
  25. 3.249 Calon Guru Kontrak tidak Lulus Seleksi, Media Indonesia, 1/7/2003, 26
  26. 3.331 Guru Wiyata Bhakti Menerima Bantuan, Suara Merdeka, 17/5/2003, 25
  27. 3.815 Guru Masih Berstatus Pengabdian, Wawasan, 17/12/2003, 7
  28. 300 guru akan dikirim ke Malaysia: Untuk mendidik anak TKI, Bernas, 21/1/2004, 2
  29. 38 Guru Non-PNS Diberhentikan, Wawasan, 20/10/2003, 4
  30. 4.000 Guru Kontrak Untuk NTT, Bernas, 11/11/2002, 10
  31. 439 Guru Bantu Segera Tanda Tangani Kontrak Kerja, Bernas, 4/7/2003, 2
  32. 458 Orang Terima SK Guru Bantu, Bernas, 8/7/2003, 6
  33. 5.000 Guru Swasta Tagih Uang Insentif, Wawasan, 1/9/2003, 3
  34. 547 Guru Bantu Terima SK, Suara Merdeka, 29/8/2003, 20
  35. 600 guru lanjutkan aksi mogok, Koran Tempo, 6/12/2005, A13
  36. 609.217 guru tidak layak mengajar10, Suara Merdeka, 25/7/2006, 16
  37. 625 Guru Kontrak di Pangkep Siap Ditugaskan, Pedoman Rakyat, 22/2/2003, 6
  38. 700 Siswa Demo Kasek SMUN I Glagah, Surya, 23/8/2002, 15
  39. 74 Persen Guru SD Belum Penuhi Standar, Republika, 7/10/2003, 3 (Kalam DIY & ateng)
  40. 75 Persen Gaji Makmuri Diberikan, Wawasan, 19/6/2003, 8
  41. 76 Guru Kontrak Ditipu ‘Planto’, Wawasan, 12/8/2003, 7
  42. 76 GuruKontrak Ditipu Calo, Suara Merdeka, 9/8/2003, 20
  43. 782 Guru Bantu Belum Terima Gaji, Jawa Pos, 30/8/2003, 6 (Radar Semarang)
  44. 800 Guru Agama Mengeluh Rapel Gaji Dipotong, Bernas, 8/4/2003, 10
  45. 844 Guru Non-PNS Peroleh THR, Suara Merdeka, 6/11/2003, 20
  46. 90 Persen Guru Kota Susah Naik Pangkat, Bernas, 6/3/2003, 10
  47. 97 Guru MI Terima Insentif, Bernas, 8/8/2003, 2
  48. 993 Guru Kontrak Terancam Dikenai PHK, Kompas, 1/12/2003, 28
  49. 995 Guru Bantu Belum Terima Honor, Suara Merdeka, 6/8/2003, 22
  50. Aceh Kekuarangan 27.850 Guru, Suara Merdeka, 19/6/2003, 1
  51. Akibat 5 Bulan Tak Terima Honor, 60 Guru Kontrak di Banyumas Resah, Bernas, 7/5/2003, 2
  52. Akibat Keterlambatan Usulan Kenaikan Pangkat, Puluhan Guru Demo Diknas dan BD…, Waspada, 19/9/2003, 16
  53. Aksi demo warnai Hardiknas di Yogya, Kedaulatan Rakyat, 5/3/2005, 2
  54. Aksi UGM berduka, tolak dialog rektor, Kedaulatan Rakyat, 5/3/2005, 1
  55. Aktivis Buruh Demo PN, Jawa Pos, 24/1/2002, 2 (Radar Semarang)
  56. Aktivis Buruh di Adili, Jawa Pos, 10/1/2002, 2 (Radar Semarang)
  57. Apel Guru PGRI Berubah Unjuk Rasa, Surya, 2/6/2003, 18
  58. Api Pengharapan Para Guru Bantu, Republika, 4/6/2003, 12
  59. Bantah Potong Gaji Dosen, Surya, 13/3/2003, 3
  60. Bantuan Honor Guru WB Harus Cair September, Wawasan, 12/8/2003, 8
  61. Bantuan Khusus Guru Malang Disunat, Media Indonesia, 20/8/2003, 17
  62. Bantuan untuk Guru Kontrak Madrasah Disunat, Koran Tempo, 26/10/2003, 3
  63. Bantul Kelebihan Guru SD, Bernas, 16/8/2003, 2
  64. Banyak Guru Bantu “Gali Lubang Tutup Lubang”, Suara Merdeka, 3/12/2003, 27
  65. Banyak Guru Bantu Minta Tugas di Dekat Rumah, Wawasan, 10/6/2003, 9
  66. Banyumas Kekurangan Ribuan Guru, Kompas, 24/6/2003, 19 (Jateng & Jogja)
  67. Banyumas Kekurangan Ribuan Guru Bantu, Wawasan, 24/6/2003, 9
  68. Batas Usia Pensiun Guru 56 Tahun Status Quo, Bernas, 5/7/2003, 2
  69. Bayar Gaji tak Sesuai UMK Terancam Pidana 4 Tahun, Wawasan, 10/12/2003, 2
  70. Belasan Oknum Brimob Aniaya Rossian, Surya, 4/1/2002, 18
  71. Belum ada kepastian Nasib: Puluhan Guru Kontrak Depag Resah, Wawasan, 10/1/2004, 7
  72. Belum Menerima Honor, Guru Bantu di Remang Resah, Wawasan, 29/8/2003, 8
  73. Buntut dugaan korupsi di SD Manggatiga, sejumlah guru mogok mengajar, Pedoman Rakyat, 21/7/2004, 2
  74. Buntut Keterlambatan Gaji: Ratusan Guru di Gowa Bakal Mogok, Pedoman Rakyat,15/10/2003, 2
  75. Buruh Dituntut Hukuman 5 Bulan Penjara, Kompas, 4/1/2002, 1
  76. Buruh Gresik Sepakat PTUN-kan Gubernur, Jawa Pos, 8/1/2002, 20 (Radar Semarang)
  77. Butuh Guru Bantu Lagi, Jawa Pos, 30/9/2003, 4
  78. Calon Guru Bantu Adukan Nasibnya ke Mendiknas, Bernas, 6/6/2003, 3
  79. Calon Guru SD di Bawean Dipungli, Surya, 14/6/2003, 28
  80. Camat Sinjai Timur Lrang Potong Gaji Guru, Pedoman Rakyat, 23/4/2003, 6
  81. Curiga Dana GTT Didepositokan, Surya, 15/8/2003, 23
  82. Dan Siswapun Berunjuk Rasa, Bernas, 12/11/2002, 10
  83. Dana Belum Cair, Guru Madrasah akan Lakukan Doa Qunut Nazilah, Waspada, 25/10/003, 3
  84. Dana Guru Bantu Disunat, Pedoman Rakyat, 28/11/2003, 17
  85. Dana Subsidi BBM untuk 150 Guru Perguruan D Kisaran Dipotong, Waspada, 21/8/2003, 16
  86. Dari Msda ke I FKBI Kota Semarang guru bantu hidup tak layak, Wawasan, 19/1/2004, 3
  87. Demo Mahasiswa FTJE UKSW Berlanjut, Suara Merdeka, 25/9/2003, 20
  88. Dengar Aspirasi Guru Sebelum UU Pemda Direvisi, Kompas, 18/11/2003, 9
  89. Depag Rekrut 56 Guru Bantu, Suara Merdeka, 11/6/2003, 20
  90. Depresi Karena Diperkosa Adik Majikan, Jawa Pos, 8/1/2002, 20 (Radar Semarang)
  91. Dewan Sekolah Bantah Tuduhan Guru, Koran Tempo, 11/9/2003, B4
  92. Di Grobogan Bebas Pungutan, Suara Merdeka, 11/6/2003, 20
  93. Di SLTP Negeri 79 Tetap Ada Pemotongan Hak Guru, Rakyat Merdeka, 14/7/2003, 5
  94. Diadukan ke Bupati Asahan: Oknum Kasek SD No. 010072 Rawang Tilap Gaji Guru dan JPS, Wspada, 8/3/2003, 6
  95. Diberhentikan, 216 kepala SD ke DPRD, Wawasan, 27/7/2006, 1
  96. Diberikan Subsidi Peningkatan Kualitas bagi Guru, Pedoman Rakyat, 14/8/2003, 14
  97. Dibutuhkan 610 Guru Bantu, Bernas, 15/2/2003, 9
  98. Didemo Ratusan Siswa, Sri Jalan Terus, Bernas, 12/11/2002, 10
  99. Diduga Sembunyikan Pelaku Bom Bali, Gaji Seorang Guru SDN Dihentikan, Bernas, 19/3/203, 9
  100. Diharapkan Hasilkan UU Perlindungan Guru: Hari ini Kongres PGRI Digelar, Suara Merdea, 8/7/2003, 16
  101. Dijanjikan Pinjaman Rp. 2 Miliar, Puluhan Guru Tertipu Ratusan Juta, Wawasan, 21/7/203, 3
  102. Dikeluhkan, Pemotongan Gaji Guru Agama, Wawasan, 27/8/2003, 23
  103. Dikeluhkan, Penempatan 995 Guru Bantu, Suara Merdeka, 4/8/2003, 22
  104. Dikeluhkan, Rapelan Guru Disunat hingga 20 Persen, Wawasan, 30/9/2003, 5
  105. Diknas Blora Kontrak 563 Guru, Wawasan, 27/1/2003, 7
  106. Diknas Minta Kepala Sekolah Talangi Honor Guru Bantu, Wawasan, 13/8/2003, 7
  107. Diknas Rekrut 7.110 Guru, Republika, 18/6/2003, 11
  108. Diknas Sunat Rapelan Guru, Surya, 24/5/2003, 25
  109. Dilaporkan Bupati: Rapel Dipotong, Guru Resah, Suara Merdeka, 29/4/2003, 24
  110. Dinas Pendidikan DIY Kontrak 2.322 Guru Bantu, Kompas, 29/5/2003, 19 (Jateng & Jogja)
  111. Dipeca, Guru yang Menghukum Muridnya, Koran Tempo, 13/10/2003, B6
  112. Dipecat, seorang guru mogok makan, Suara Merdeka, 27/8/2004, 26
  113. Dipensiun, Guru Barunawati Mengeluh, Surya, 1/7/2003, 27
  114. Diperlakukan tak adil, guru swasta protes, Suara Merdeka, 21/5/2006, 2
  115. Di-PHK, Dosen AKUBANK Lapor ke Disnakertrans, Republika, 15/10/2003, 2 (Kalam DIY & ateng)
  116. Disdik Perlu Jelaskan: Sumbangan Guru Bantu, Suara Merdeka, 11/6/2003, 20
  117. Disiplin Kerja PNS di Jajaran Pemkab Tapsel Masih Rendah, Waspada, 26/5/2003, 16
  118. Diusulkan 20.000 Guru Wiyata Bakti dapat Honor dari APBD, Suara Merdeka, 4/11/203, 16
  119. Dosen dan Guru SMIP Yayasan USI Unjukrasa, Tuntut Perbaikan Gaji, Waspada,21/3/2003, 6
  120. Dosen UNKS Tuntut Kenaikan Gaji, Surya, 22/5/2003, 29
  121. DPD PGRI Wonogiri Menuai Keluhan, Wawasan, 12/7/2003, 6
  122. DPRD DIY Protes: GTT Dilarang Terlibat Parpol, Republika, 3/6/2003, 2 (Kalam DIY & Jateng)
  123. Empat Buan Tak Terima Gaji, Guru Bantu Demo ke DPRD Gayo Lues, Waspada, 7/10/200, 15
  124. Enam Aktivis Buruh diSidang, Suara Merdeka, 10/1/2002, 13
  125. Enam Aktivis Buruh Ditahan, Suara Merdeka, 15/12/2001, 14
  126. Enam Guru Bantu di Klaten Mundur, Suara Merdeka, 20/7/2003, 3
  127. Forkgab Minta Guru Bantu di PNS-kan, Wawasan, 13/10/2003, 4
  128. Forum Guru Swasta Setuju Pensiun 56 Tahun, Suara Merdeka, 8/7/2003, 26
  129. Forum Komunikasi Guru Minta Gaji Layak dan Manusiawi, Bernas, 31/1/2003, 10
  130. FPP Pertanyakan Potongan Gaji Guru Wiyata Bakti, Wawasan, 26/6/2003, 4
  131. Gaji 122 Guru Tak Dibayar 8 Bulan, Surya, 23/8/2003, 19
  132. Gaji 3.300 GTT Cair, Surya, 4/9/2003, 18
  133. Gaji di Bawah UMK: Karyawan Universitasa Pandanaran Mogok, Wawasan, 21/1/2003, 4
  134. Gaji Dua Guru Eksodus Diduga Dikorupsi, Bernas, 12/4/2003, 10
  135. Gaji GTT Masih Nyantol, Surya, 14/8/2003, 23
  136. Gaji Guru Bantu Mulai Dibayarkan, Suara Merdeka, 29/10/2003, 23
  137. Gaji Guru Idealnya Rp 4 Juta/ Bulan, Suara Merdeka, 21/12/2003, 5
  138. Gaji Guru Kontrak di Lombok Barat Disunat, Koran Tempo, 9/8/2003, B7
  139. Gaji Khusus Tak Jamin Profesionalisme Guru, Kompas, 13/11/2003, 9
  140. Gaji Raib, Guru Resah, Pedoman Rakyat, 8/9/2003, 5
  141. Gaji rektor UGM naik 400 persen. Ratusan dosen dan karyawan demo, Wawasan, 5/2/2005 1
  142. Gedung DPRD Tegal disegel, 20 guru swasta mogok makan, Kedaulatan Rakyat, 2/1/2006 22
  143. Gelar Demo, Siswa Dipukul Guru, Pedoman Rakyat, 7/10/2002, 5
  144. GTT 40 Tahun Bisa Diangkat, Surya, 15/2/2003, 4
  145. GTT di Atas 40 Tahun Nyaris Ditolak, Surya, 13/3/2003, 23
  146. GTT Keluhkan Potongan Uang BKG, Surya, 23/12/2003, 6
  147. GTT Kurang Data, Surya, 16/8/2003, 23
  148. GTT SD Belum Dibayar Penuh, Kompas, 14/1/2003, 18
  149. GTT Tuntut Subsidi: Enam Bulan Belum Cair, Jawa Pos, 7/8/2003, 24
  150. GTT, ‘Pahlawan yang Teraniaya’, Surya, 1/12/2003, 25
  151. Guru – LSM ke Kejaksaan, DPRD tidak tahu, Republika, 14/2/2004, 2 (Kalam)
  152. Guru Agama dapat Uang Kesejahteraan, Media Indonesia, 9/1/2004, 14
  153. Guru Agama di DKI Tuntut Uang Kesejahteraan, Media Indonesia, 7/1/2004, 14
  154. Guru Akan Dipensiun Usia 56 Tahun Kalau Prestasi Kerja Jelek, Wawasan, 4/1/2003, 7
  155. Guru Bantu Bank Dunia bERAKHIR Juni 2003, Suara Merdeka, 18/2/2003, 16
  156. Guru Bantu Bisa Ikut Seleksi PNS, Suara Merdeka, 8/10/2003, 21
  157. Guru Bantu di Salatiga belum Menerima Gaji, Jawa Pos, 7/8/2003, 2 (Radar Semarang)
  158. Guru Bantu Dipungli, Surya, 18/6/2003, 19
  159. Guru Bantu Harus Bebas Pungutan, Suara Merdeka, 16/6/2003, 25
  160. Guru Bantu Jangan Terkatung-katung, Bernas, 3/4/2003, 8
  161. Guru Bantu Kelabakan, Surya, 6/7/2003, 2
  162. Guru Bantu Kulonprogo Terima SK, Bernas, 4/7/2003, 4
  163. Guru Bantu Lima Bulan Tak Terima Gaji, Suara Merdeka, 14/5/2003, 20
  164. Guru Bantu Mau Dibawa ke Mana, Suara Merdeka, 30/6/2003, 6
  165. Guru Bantu Mengadu ke DPRD Sambil Menangis, Wawasan, 24/9/2003, 6
  166. Guru Bantu Mengajar di Sekolah Asal, Surya, 10/7/2003, 19
  167. Guru Bantu Mengeluh, Jawa Pos, 12/8/2003, 4
  168. Guru Bantu Mengeluh Belum Gajian, Wawasan, 9/8/2003, 4
  169. Guru Bantu Mengeluh Gaji Selalu Terlambat, Bernas, 27/10/2003, 3
  170. Guru Bantu Mengeluh, 2 Bulan Belum Terima Honor, Suara Merdeka, 15/8/2003, 20
  171. Guru bantu nantikan honor, Waspada, 23/5/2006, 15
  172. Guru Bantu Protes BBG, Surya, 2/9/2003, 23
  173. Guru Bantu Setuju Pensiun Usia 56 Tahun, Bernas, 21/7/2003, 3
  174. Guru Bantu SPG dan SGO Minta Diprioritaskan, Suara Merdeka, 22/10/2003, 23
  175. Guru Bantu Tak Berhak Menuntut Jadi PNS, Bernas, 7/7/2003, 6
  176. Guru Bantu tak Perlu Rendah Diri, Kompas, 29/8/2003, 19 (Jateng & Jogja)
  177. Guru Bantu Terima Rapelan, Surya, 27/9/2003, 18
  178. Guru Bantu Terima THR, Suara Merdeka, 21/11/2003, 21
  179. Guru Bantu Tiga Bulan Belum Terima Honor, Suara Merdeka, 3/9/2003, 25
  180. Guru Bantu Tuban Teken SPK, Jawa Pos, 8/7/2003, 6
  181. Guru Bantu Tuntut Jadi PNS, Wawasan, 16/8/2003, 7
  182. Guru Brebes temui DPRD, Kompas, 23/11/2005, F
  183. Guru Butuh Perlindungan, Suara Merdeka, 6/7/2003, 3
  184. Guru dan Murid Kompak Lakukan Pemogokan, Bernas, 1/8/2002, 7
  185. Guru dan Siswa SMPN 18 kembali demo di balai kota, Waspada, 20/8/2004, 3
  186. Guru Dapat Bantuan, Wawasan, 4/9/2003, 6
  187. Guru di Bogor Keluhkan Insentif, Media Indonesia, 7/8/2003, 27
  188. Guru di Tegal mogok makan, Republika, 2/1/2006, 21
  189. Guru Dimutasi, Siswa SMU 1 Demo, Wawasan, 24/9/2002, 7
  190. Guru GTT Dukung BUP 56 Tahun, Wawasan, 21/7/2003, 6
  191. Guru Honor Korban GAM belum Dapat Bantuan, Waspada, 10/1/2004, 15
  192. Guru Honorer di Kutai Timur, Enam Bulan Belum Terima Gaji, Kompas, 2/6/2003, 20
  193. Guru Kontrak 6 Bulan Belum Digaji, Surya, 14/6/2003, 27
  194. Guru Kontrak Brebes Surati Mendiknas, Media Indonesia, 12/3/2003, 9
  195. Guru Kontrak Bukan PNS, Suara Merdeka, 17/3/2003, 22
  196. Guru Kontrak dan Guru Ngontrak, Waspada, 29/5/2003, 4
  197. Guru Kontrak dan Tenaga Honorer Diusulkan Mendapat THR, Suara Merdeka, 18/11/203, 20
  198. Guru Kontrak Datangi Kantor Bupati, Suara Merdeka, 14/2/2003, 18
  199. Guru Kontrak di Lombok Barat Mengeluh, Media Indonesia, 12/8/2003, 27
  200. Guru Kontrak Khawatirkan Potongan Honor, Media Indonesia, 26/8/2003, 26
  201. Guru Kontrak Merasa Bekerja dalam Ketidakpastian, Suara Merdeka, 9/7/2003, 16
  202. Guru Kontrak Mulai 2003, Bernas, 22/10/2002, 8
  203. Guru Kontrak Ngajar Sekolah Asal, Surya, 18/6/2003, 18
  204. Guru Kontrak Takut tak Terima Gaji, Suara Merdeka, 10/1/2004, 25
  205. Guru Kontrak: Pilihan Dilematis, Suara Merdeka, 17/3/2003, 22
  206. Guru Lulusan PGA Terpaksa Kenyang Makan Jnji, Rakyat Merdeka, 7/8/2003, 6
  207. Guru madrasah di Banda Aceh ancam mogok mengajar, Waspada, 24/8/2006, 17
  208. Guru Madrasah Diniyah tuntut dana kesejahteraan, Wawasan, 27/1/2004, 4
  209. Guru Menuntut UU Perlindungan Profesi, Media Indonesia, 7/7/2003, 25
  210. Guru mogok makan19, Koran Tempo, 31/12/2005, A12
  211. Guru Mogok Mengajar, Ratusan Siswa Demo, Suara Merdeka, 5/10/2002, 25
  212. Guru Mogok, SLTP 23 Telantar, Surya, 20/2/2003, 23
  213. Guru Mogok, Yayasan Liburkan Ratusan Murid, Waspada, 13/3/2003, 6
  214. Guru MTsN Walen Mogok Mengajar, Jawa Pos, 12/11/2003, 6 (Radar Semarang)
  215. Guru Ponorogo Tolak Iuran Korpri, Surya, 24/10/2003, 19
  216. Guru Purworejo Tolak Pensiun Usia 56 Tahun, Bernas, 4/7/2003, 4
  217. Guru Resah Diancam Pecat Oknum Bawasda, Surya, 26/3/2003, 19
  218. Guru Salurkan Aspirasi Lewat Asosiasi, Waspada, 12/7/2003, 11
  219. Guru SD di Rembang Keluhkan Pemotongan Rapel Kenaikan Gaji, Wawasan, 27/5/2003, 8
  220. Guru SD eluhkan THR, Pedoman Rakyat, 28/11/2003, 17
  221. Guru SD Pertanyakan Tunjangan Kelebihan Mengajar, Republika, 1/3/2003, 2 (Kalam DIY & Jaeng)
  222. Guru SD Swasta di Kualahulu Desak Diknas Sumut Cairkan Dana Bantuan Pemerintah, Waspada 13/1/2003, 6
  223. Guru SD Waswas, Jawa Pos, 25/9/2003, 20
  224. Guru Sejahtera Digaji Rp. 3.150.000, Waspada, 31/1/2003, 13
  225. Guru SLTP 23 Tolak Salami Maksum, Surya, 21/2/2003, 23
  226. Guru SLTPN I Limbangan Mogok Mengajar, Bernas, 24/10/2002, 9
  227. Guru SMK 2 Kendari Mogok, Ribuan Siswa ‘Longmarch’ di Jalanan, Pedoman Rakyat, 24/10/202, 13
  228. Guru SMP dan SMA Belum Terima Tunjangan: Hayo… Duitnya Disimpan di mana, Rakyat Merdeka 10/5/2003, 15
  229. Guru SMPN 1 Sukasari mogok mengajar, Pikiran Rakyat, 15/9/2005, 5
  230. Guru SMU 2 Tingkatkan Kualitas, Bernas, 8/1/2004, 5 (Yogya)
  231. Guru SMUN Bangsi Tolak Kepsek Baru, Wawasan, 11/9/2003, 5
  232. Guru SMU-STM Pancasila Purwodadi Lakukan Aksi mogok, Wawasan, 22/10/2002, 7
  233. Guru SMU-STM Pancasila Purwodadi Masih Mogok, Wawasan, 23/10/2002, 7
  234. ‘Guru super’, sendirian atasi 6 kelas, Pikiran Rakyat, 13/7/2004, 1
  235. Guru Swasta Tagih Uang Insentif, Surya, 16/8/2003, 20
  236. Guru swasta tuntut kesejahteraan18, Wawasan, 19/5/2006, 5
  237. Guru tak Layak Ajar, Suara Merdeka, 29/8/2003, 26
  238. Guru Tak Tetap TK Nangis Lagi di DPRD (Tak Bisa Jadi Pegawai Honda), Suara Merdeka, 26/12/202, 28
  239. Guru TK Kudus yang Memperjuangkan Nasib Kesejahteraannya Hanya Bertumpu pada Bantuan Jawa Pos, 30/12/2002, 6
  240. Guru yang dimutasi gugat walikota, Jawa Pos, 24/11/2005, 5 Radar Semarang
  241. Guru, Kelas Pekerja tanpa Tanda Jasa, Media Indonesia, 2/12/2003, 10
  242. Guru-guru SMUN Suruh Mogok Mengajar, Wawasan, 25/2/2003, 7
  243. Guruku… Tunjanganmu Tetap Dipotong 15 Persen, Rakyat Merdeka, 25/5/2003, 15
  244. Guru-Siswa Unjuk Rasa, Jawa Pos, 5/10/2002, 2 (Radar Semarang)
  245. Hari ini, para profesor mendemo rektor UGM1, Republika, 5/2/2005, 7
  246. Honor “Kemeng” Guru Sudah Turun, Bernas, 29/8/2003, 3
  247. Honor 1.300 Guru TT Dipungli, Bernas, 13/2/2003, 2
  248. Honor Belum Turun, Ratusan Guru Bantu Resah, Republika, 15/8/2003, 3 (Kalam DIY & Jateng)
  249. Honor GT Cair, Surya, 29/8/2003, 23
  250. Honor GTT Rp. 1.000/ Jam Pelajaran, Bernas, 27/2/2003, 10
  251. Honor GTT Rp.50.000 – Rp.125.000: Diknas Didesak Tingkatkan Kesejahteraan, Suara Merdek, 11/8/2003, 26
  252. Honor GTT Situbondo Disunat, Surya, 11/8/2003, 18
  253. Honor Guru Bantu belum Dibayar, Wawasan, 4/10/2003, 8
  254. Honor Guru Bantu Belum Jelas Kelanjutannya, Suara Merdeka, 20/2/2003, 17
  255. Honor Guru Bantu dan Guru TK Belum Turun, Kompas, 8/8/2003, 1
  256. Honor Guru Bantu Dipotong untuk Kepala Sekolah, Koran Tempo, 14/11/2003, B5
  257. Honor Guru Bantu Memang Dihentikan, Republika, 16/9/2003, 2 (Kalam DIY & Jateng)
  258. Honor Guru Bantu Rp.460.000 Masih Harus Dipotong Pajak, Suara Merdeka, 23/6/2003, 23
  259. Honor Gru Bantu Terlambat, Suara Merdeka, 18/9/2003, 20
  260. Honor Guru kok Dicabut, Jawa Pos, 6/8/2003, 8
  261. Honor guru swasta di Sumut masih banyak di bawah Rp 4000-5000, Waspada, 26/2/204, 10
  262. Honor Guru Wiyata Bakti Rp. 4.000/Jam, Suara Merdeka, 10/2/2003, 22
  263. Honor Tertahan, Ratusan Guru Kontrak Ancam Bubar, Waspada, 9/9/2003, 13
  264. Honornya Terlalu Minim: Ribuan Guru TPQ di Pekalongan ‘Ngenes’, Wawasan, 9/7/2003, 7
  265. Ibu guruNurlaila bebas31, Kompas, 29/3/2006, 1
  266. Ijin Trayek Dijual, Sopir Taksi Mengadu ke LBH, Republika, 7/1/2002, 8
  267. Insentif Dosen Elektro UKSW Dipotong, Ratusan Mahasiswa Berunjuk Rasa, Suara Merdeka 18/9/2003, 21
  268. Insentif GTT Macet Rp.890 Juta, Surya, 28/8/2003, 19
  269. Insentif GTT Rp 9,06 M Cair “Kami Sudah Putus Asa”, Surya, 3/9/2003, 23
  270. Insentif Guru Madrasah Dipersoalkan, Wawasan, 4/12/2003, 2
  271. Insentif Guru Wiyata Bakti Naik, Wawasan, 10/12/2003, 2
  272. Insentif tak Dibayar, Sejumlah Guru SD di Aceh Utara Ancam Mogok, Waspada, 20/12/203, 14
  273. Ironis Jika Nasib Guru Tidak diperhatikan, Pedoman Rakyat, 2/1/2003, 13
  274. Jadi Karyawan Berprestasi, Surajiyo Dappat Hadiah Naik Haji, Bernas, 27/12/2003, 2
  275. Juli, Guru Bantu Mulai Mengajar, Suara Merdeka, 4/6/2003, 27
  276. Kadiknas Majene Akui: Setiap Guru Dipotong Rp 50 Ribu, Pedoman Rakyat, 8/12/2003, 2
  277. Kakandeag Medan: Penyaluran Dana Bantuan Guru MDA Terlambat di P-APBD Medan, Waspada 31/10/2003, 5
  278. Kalimantan Tengah Butuh Ribuan Guru, Cianjur Butuh Sekitar 5.000 Guru, Kompas, 28/2/203, 11
  279. Kalteng Agar Bayar Dulu Tunggakan HR Guru Kontrak, Bernas, 15/4/2003, 10
  280. Kampar, Republika, 19/2/2004, 4
  281. Karyawan Bolos Tetap Dilaporkan, Bernas, 8/12/2003, 2
  282. Karyawan GSK Mengadu ke LBH, Surya, 16/1/2002, 14
  283. Karyawan Tetap UGM Dipertahankan, Bernas, 6/12/2003, 2
  284. Kasus Marsinah Akan Dibuka Lagi, Bernas, 19/4/2002, 11
  285. Kasus Pembunuhan Guru SLTP 10,Guru Ancam Demo Besar-besaran, Wawasan, 7/1/200, 6
  286. Kasus Serupa Terjadi di Nganjuk, Surya, 5/6/2003, 19
  287. Kasus Tuban; Intimidasi terhadap PNS, Jawa Pos, 19/9/2003, 3
  288. Kegelisahan Guru Bantu, Surya, 11/8/2003, 25
  289. Kekurangan 1.394 Guru SD: Guru Bantu Hanya 423, Suara Merdeka, 13/6/2003, 19
  290. Kelebihan jam mengajar digelapkan, Pedoman Rakyat, 25/11/2004, 17
  291. Kemelut Unwiku terus berlanjut. Dosen dan karyawan mogok, Wawasan, 3/2/2005, 5
  292. Kenaikan Pangkat Tertunda, Guru di Jeneponto Resah, Pedoman Rakyat, 30/1/2003, 6
  293. Kenaikan Tunjangan Guru Dianggap Diskriminatif, Kompas, 5/2/2003, 17
  294. Kepala sekolah dipecat, siswa SMK Mandiri mogok belajar 2 hari, Kompas, 28/8/2004, 18
  295. kepala Sekolah Rame-rame Demo, Rakyat Merdeka, 25/11/2002, 4
  296. Kesejahteraan Guru Pengaruhi Kualitas, Bernas, 27/2/2003, 10
  297. Kesejahteraan Mereka Bukannya lEBIH bAIK, Media Indonesia, 22/11/2003, 14
  298. Kesejahteraan Pendidik yang Mengenaskan, Kompas, 6/7/2003, 28
  299. Komnas HAM Akan Buka Lagi Kasus Pembunuhan Marsinah, Media Indonesia, 19/4/202, 7
  300. Kota Semarang Terima 1.099 Guru Kontrak, Wawasan, 3/6/2003, 4
  301. Kurang 400.000 guru, penambahan dilakukan bertahap, Media Indonesia, 14/7/2005, 32
  302. Lagi, Guru Ditembak dan Pegawai Honor Disandera, Waspada, 7/6/2003, 13
  303. Lagi, Guru Jadi Korban Pungli, Surya, 4/4/2003, 19
  304. Lampung Peroleh 4.00 Guru Bantu, Bernas, 27/11/2002, 10
  305. Lima Guru SD Reudeup DicULIK GAM, Waspada, 13/9/2003, 13
  306. Mahasiswa STIMIK Pontianak Mogok Kuliah, Bernas, 25/10/2002, 10
  307. Mahasiswa UGM Duduki Gedung Rektorat, Kompas, 13/9/2002, 20
  308. Majelis Hakim P4D Jatim Mogok Kerja, Jawa Pos, 24/4/1997, 9
  309. Malu Sebutkan Gaji Sebelumnya, Bernas, 7/7/2003, 6
  310. Masa Depan Guru Kontrak, Kompas, 14/2/2003, 4
  311. Masih Ada Guru Kontrak yang Belum Terima Gaji, Koran Tempo, 7/10/2003, B4
  312. Masih Mogok, Beri Syarat, Jawa Pos, 24/2/2003, 14
  313. Matematika Gaji Guru Bantu, Suara Merdeka, 18/12/2003, 10
  314. Mengabdi Puluhan Tahun Honornya Cuma Rp. 25 Ribu Per Bulan, Jawa Pos, 28/12/2002, 6
  315. Menolak Intervensi Dewan Sekolah, Guru SD Ancam Mogok, Koran Tempo, 10/9/2003, B4
  316. Merasa Dijadikan Objek Proyek: Guru SLTP/ MTs di P. sIANTAR pROTES Dinas P dan P, Waspada, 9/8/2003, 16
  317. Minta biaya pendidikan gratis: FKPP Brebes geruduk dewan, Wawasan, 28/1/2004, 6
  318. Minta Diambil Alih Pemkot: 20 Guru Kontrak Mengadu ke Dewan, Wawasan, 20/2/2003, 5
  319. Minta Pemkot Beri Penjelasan: Guru SMK 7 Mogok Mengajar, Wawasan, 6/9/2003, 2
  320. Mogok Belajar Siswa SLTP I Jekulo Berlanjut, Wawasan, 9/10/2002, 7
  321. Mogok Mengajar, Tuntut Kasek Pindah, Suara Merdeka, 7/8/2003, 23
  322. Nasib 450 Guru Belum Menentu, Suara Merdeka, 19/2/2003, 20
  323. Nasib 96 Mantan Guru PT Arun Masih Terkatung-katung, Waspada, 18/10/2003, 14
  324. Nasib GTT 2004 Dijamin Pemkab, Bernas, 16/8/2003, 4
  325. Nasib Guru Bantu Masih Belum Jelas, Suara Merdeka, 30/7/2003, 25
  326. Nasib Guru Bantu Menyedihkan, Wawasan, 16/8/2003, 4
  327. Nasib Guru dalam UU Sisdiknas, Suara Merdeka, 23/6/2003, 6
  328. Nasib Guru Honor di Labuhan Batu, Sudah Dipotong, Dipecat Lagi, Waspada, 27/2/2003, 16
  329. Nasib Guru Setelah Jadi “Anak Daerah”, Suara Merdeka, 8/7/2003, 6
  330. Nasib Guru Swasta Pinggiran: Gaji Minim Tanggung Jawab Tinggi, Wawasan, 18/1/2003, 5
  331. Nasib Guru Tidak Berbeda dari Buruh, Suara Merdeka, 23/12/2003, 23
  332. Para Guru Terus Jadi Objek Pungli, Bernas, 14/2/2003, 4
  333. Pejabat Diknas Tak Temui Guru yang Tanyakan Gaji, Kompas, 25/7/2003, 9
  334. Pekerja Gresik Akan Gugat Gubernur, Media Indonesia, 9/1/2002, 15
  335. Pembayaran Honor Guru Bantu di DS 15 Oktober, Waspada, 8/10/2003, 16
  336. Pemda Diminta Perhatikan Nasib Guru Bantu, Wawasan, 14/7/2003, 4
  337. Pemecatan Kepsek SLTP Karena Menyalahi Visi dan Misi YPSA, Waspada, 27/6/2003, 3
  338. Pemerintah Diminta Segera Realisasi Gaji Guru Bantu, Wawasan, 11/8/2003, 5
  339. Peminat PGSD Mbludak, Berharap jadi PNS, Wawasan, 8/10/2003, 6
  340. Pemkab Bantu Honor 5.481 Guru, Suara Merdeka, 14/11/2003, 23
  341. Pemkab Jeneponto Bayar Gaji Guru Kecamatan Bangkala, Pedoman Rakyat, 19/9/2003, 7
  342. Pemko Langsa Segera Cairkan Dana Tunjangan Guru Honor, Waspada, 5/12/2003, 14
  343. Pemkot Tidak Jamin Guru Bantu Jadi PNS, Bernas, 24/3/2003, 10
  344. Pendidikan Krisis, Aceh Butuh 22.000 Guru, Kompas, 10/9/2003, 8
  345. Penempatan Guru Bantu Banyak Dikeluhkan, Suara Merdeka, 22/8/2003, 25
  346. Penempatan Guru Bantu di Simalungun Belum Jelas, Waspada, 8/8/2003, 6
  347. Penempatan Guru Bantu Dijual Belikan ?, Jawa Pos, 30/8/2003, 6 (Radar Semarang)
  348. Penempatan Guru Bantu Harus Transparan, Suara Merdeka, 29/8/2003, 24
  349. Penempatan Guru Bantu Tunggu Juklak, Surya, 26/6/2003, 19
  350. Penempatan Guru Kontrak Diminta Obyektif, Bernas, 12/4/2003, 10
  351. Penerimaan Guru Bantu di Soppeng: 495 Pelamar, Diterima Hanya 137 Orang, Pedoman Rakyat, 7/3/2003, 6
  352. Penerimaan Guru Kontrak Depag Diduga Sarat Kebohongan, Suara Merdeka, 25/6/2003, 20
  353. Pengadaan Guru Bantu Bak Zaman Penjajahan, Wawasan, 4/8/2003, 5
  354. Pengambilan Insentif GTT Ricuh, Surya, 7/11/2003, 21
  355. Pengangkatan Guru Bantu Jangan Bersifat Politis, Wawasan, 20/12/2003, 2
  356. Pengangkatan Guru Kontrak Atasi Kekurangan Guru di Ambon, Bernas, 15/2/2003, 9
  357. Pengangkatan Guru Wiyata Bakti Bertahap, Suara Merdeka, 9/12/2003, 19
  358. Pengumuman Guru Kontrak Diundur, Surya, 10/5/2003, 27
  359. Pengurus Yayasan Korupsi, Mahasiswa Unitomo Unjuk Rasa, Media Indonesia, 1/10/2002, 19
  360. Peningkatan Kualitas Guru Harus Dipercepat, Bernas, 5/9/2003, 2
  361. Penjaga Malam FKH UGM Dibunuh, Bernas, 30/6/2003, 1
  362. Penjaga Malam FKH UGM Dibunuh, Bernas, 30/7/2003, 1
  363. Perekrutan Terbatas, Krisis Baru Ancam Cilacap, Suara Merdeka, 25/8/2003, 27
  364. Perhatikan kesejahteraan karyawan PT, Surya, 24/1/2004, 5
  365. Perhatikanlah Nasib Guru Honorer, Republika, 10/1/2004, 1 (DIY & Jateng)
  366. Periksa Hasil UAN, Guru Dibayar Rp. 300, Media Indonesia, 8/5/2003, 9
  367. Perjuangkan Hak, Enam Buruh Dipenjara, Republika, 15/12/2001, 9
  368. Perlu UU Perlindungan Profesi Guru, Republika, 7/7/2003, 3 (Kalam DIY & Jateng)
  369. PGRI DIY Menolak Usia Pensiun 56 Tahun, Bernas, 10/7/2003, 2
  370. PGRI, KP2KG, Pegas ke DPRD, Suara Merdeka, 7/1/2004, 25
  371. Pol5res Aceh Timur Usut Kasus Dugaan Penyunatan Rapel Gaji Guru di Depag, Waspada, 1/5/2003, 13
  372. Polda Jatim Serahkan Pengusutan Kematian Marsinah Pada Kejagung, Media Indonesia, 20/4/2002, 7
  373. Potongan Gaji TU Akhirnya Dikurangi, Suara Merdeka, 12/3/2003, 24
  374. Potongan Pajak Gaji Guru Bantu: Yang Dibawah UMR Akan Dihapus, Media Indonesia, 10/7/2003, 25
  375. Puluhan Guru Bantu Datangi Gedung DPRD Simalungun Tuntut SK Penempatan Segera…, Waspada, 12/8/2003, 16
  376. Puluhan Guru Bantu Unjuk Rasa, Empat Bulan Belum Gajian, Waspada, 21/10/2003, 6
  377. Puluhan Guru di Pidie Tidur di Sekolah Menjelang 17 Agustus, Koran Tempo, 16/8/2003, 4
  378. Puluhan guru SMPN mogok, Jawa Pos, 12/1/2006, 11
  379. Puluhan Guru Wiyata Bakti Mengadu Bupati, Republika, 22/10/2003, 3 (Kalam DIY & Jateng)
  380. Puluhan Supir Angkot Unjuk Rasa ke DPRD Langkat, Waspada, 21/10/2003, 6
  381. Purbalingga Rekrut 639 Guru Kontrak, Bernas, 13/2/2003, 10
  382. Purworejo Masih Kekurangan Guru, Bernas, 25/6/2003, 2
  383. Rabu, Pembayaran Honor 1.822 Guru Bantu Deli Serdang, Waspada, 13/10/2003, 6
  384. Rapel Gaji Dipotong, Masih Dipungli Blangko, Surya, 5/6/2003, 19
  385. Rapel Gaji Guru di Brebes Disunat, Media Indonesia, 19/5/2003, 18
  386. Rapel Gaji Guru Dimakan Siapa, Rakyat Merdeka, 7/7/2003, 5
  387. Rapelan Gaji Disunat, Guru SD Mengeluh, Suara Merdeka, 26/6/2003, 3
  388. Rapelan Gaji Guru Bantu Cair Agustus, Surya, 6/8/2003, 20
  389. Rapelan Gaji Guru SD Disunat, Jawa Pos, 30/6/2003, 7 (Radar Semarang)
  390. Rapelan Gaji Guru SD Disunat, Jawa Pos, 30/7/2003, 7 (Radar Semarang)
  391. Rapelan Guru MAN Disunat, Surya, 25/4/2003, 24
  392. Rapelan Guru SD Disunat, Jawa Pos, 6/10/2003, 6 (Radar Semarang)
  393. Rapelan Honor Guru Bantu Segera Cair, Suara Merdeka, 4/9/2003, 24
  394. Ratusa Siswa SMK 3 Demo, Jawa Pos, 14/8/2002, 1 (Radar Semarang)
  395. Ratusan GTT Tuntut Tes CPNS, Surya, 30/10/2003, 18
  396. Ratusan Guru Bantu Belum Terima Gaji, Suara Merdeka, 27/8/2003, 27
  397. Ratusan Guru Bantu Serbu Polres Deli Serdang, Waspada, 2/8/2003, 16
  398. Ratusan Guru Bantudi Aceh Timur dan Kota Langsa Belum Terima Gaji, Waspada, 27/8/2003, 14
  399. Ratusan Guru Dimanfaatkan untuk Dukung Calon DPD, Republika, 28/8/2003, 9
  400. Ratusan Guru Kontrak Ditolak Kasek, Surya, 25/6/2003, 28
  401. Ratusan Guru Madrasah ke DPRD, Suara Merdeka, 21/3/2003, 15
  402. Ratusan guru swasta tuntut persamaan hak, Suara Merdeka, 28/12/2005, 26
  403. Ratusan Guru Tidak Layak Mengajar, Bernas, 28/8/2003, 4
  404. Ratusan guru tuntut perbaikan kesejahteraan, Kompas, 19/5/2006, H
  405. Ratusan Mahasiswa Duduki Balairung UGM, Republika, 13/9/2002, 17
  406. Ratusan Mahasiswa Tuntut Pendidikan Murah, Bernas, 5/9/2002, 1
  407. Ratusan Mahasiswa Yogyakarta Unjuk Rasa, Media Indonesia, 12/11/2002, 10
  408. Ratusan Siswa BPBH Mogok Belajar, Pikiran Rakyat, 12/9/2002, 7
  409. Ratusan Siswa MAN Cianjur Unjuk Rasa, Media Indonesia, 3/9/2002, 19
  410. Ratusan Siswa MAN I Langsa Mogok Belajar, Tuntut Kepsek Dicopot, Waspada, 24/10/2002, 8
  411. Ratusan Siswa MAN Mogok Belajar, Pikiran Rakyat, 15/8/2002, 20
  412. Ratusan Siswa MAN Unjuk Rasa Tuntut Kepala Sekolah Mundur, Pikiran Rakyat, 3/9/2002, 4
  413. Ratusan Siswa SMK 3 Unjuk Rasa, Suara Merdeka, 14/8/2002, 13
  414. Ratusan Siswa SMK Negeri II Mogok Belajar, Wawasan, 9/10/2002, 7
  415. Ratusan Siswa Tolak Pungutan Liar, Surya, 22/10/2002, 5
  416. Rembang Akan Kontrak 559 Guru, Wawasan, 4/2/2003, 8
  417. Ribuan Guru Demo Tuntut Pembatalan BUP 56 Tahun, Suara Merdeka, 4/7/2003, 23
  418. Ribuan guru di Lombok mogok², Jawa Pos, 2/12/2005, 11
  419. Ribuan guru Lombok Timur mogok3, Koran Tempo, 2/12/2005, A12
  420. Ribuan Guru Resahkan Ongkos Jahit Seragam, Surya, 13/5/2003, 19
  421. Ribuan Guru SD di Langkat Dibebani Berbagai Pungutan, Waspada, 19/4/2003, 10
  422. Ribuan guru swasta di Tegal demo, Kompas, 26/12/2005, J
  423. Ribuan Guru TPQ Belum Terima Insentif, Suara Merdeka, 3/7/2003, 21
  424. Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa, Republika, 5/9/2002, 15
  425. Rp 16 M Honor Guru Bantu Sumut Dibayar Bulan Ini, Waspada, 7/10/2003, 1
  426. Rp 2,5 Miliar Honor Guru Bantu di DS Disalurkan, Waspada, 18/10/2003, 16
  427. Rp9,7 Miliar Honor Guru Bantu Diendapkan, Koran Tempo, 15/10/2003, B6
  428. Rumah Dinas Guru di Kepulauan Pangkep tak Layak Huni Lagi, Pedoman Rakyat, 8/7/2003, 5
  429. Salah Data, Honor tak Merata, Jawa Pos, 26/8/2003, 18
  430. Satpam UGM Ditemukan Tewas Penuh Luka, Wawasan, 30/6/2003, 3
  431. Satpam UGM Ditemukan Tewas Penuh Luka, Wawasan, 30/7/2003, 3
  432. Sebanyak 9.700 Guru Bantu Belum Terima Gaji, Republika, 19/9/2003, 9
  433. Sejak Juni Guru Bantu Tak Terima Insentif, Bernas, 16/9/2003, 1
  434. Sejak Tahun 2000 Tidak Ada Pengangkatan Guru Baru di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kompas, 5/8/2003, 18 (Jateng & Jogja)
  435. Sejumlah Guru Keluhkan Potongan Rapelan Gaji, Suara Merdeka, 30/9/2003, 21
  436. Sejumlah Guru Muhammadiyah 01 Keberatan Gajinya Dipotong, Waspada, 19/5/2003, 5
  437. Sejumlah Siswa SLTP 3 Mogok Belajar, Suara Merdeka, 9/10/2002, 27
  438. Sekda Langsa Jamin Guru Honor Tetap Diberikan Uang Insentif, Waspada, 13/11/2003, 15
  439. Sekolah Ciputra digugat. Guru bahasa tak terima di-PHK semena-mena, Surya, 19/10/2004, 4
  440. Selama Darurat Militer 18 Guru Jadi Korban: Sudah 590 Sekolah Dibakar, Kompas, 2/8/2003, 8
  441. Seluruh Pegawai Dikjar Bakal Diganti, Republika, 3/12/2003, 3 (Kalam DIY & Jateng)
  442. Semarang Rekrut 1.100 Guru Bantu, Wawasan, 20/2/2003, 5
  443. Serahkan Langsung SK Pangkat: Upaya Bupati Asahan Merubah Nasib para Oemar Bakri, Waspada, 3/11/2003, 10
  444. Serikat Pekerja Guru Perjuangkan Hak Asasi, Suara Merdeka, 9/3/2003, 2
  445. Serikat Pekerja Guru, Mengapa Tidak ?, Wawasan, 10/7/2003, 2
  446. Serikat Pekerja Guru, Mungkinkah ?, Suara Merdeka, 8/7/2003, 6
  447. Setahun 9.600 Orang Pensiun: Jateng Kekurangan 41.139 Guru SD Negeri, Wawasan, 24/7/2003, 5
  448. Setahun Nggak Digaji, Dosen Sita Aset Kampus, Rakyat Merdeka, 2/1/2003, 4
  449. Setarakan Gaji Guru dengan Anggota Dewan, Waspada, 21/1/2003, 15
  450. Siang tadi guru SMK 7 datangi dewan. Minta riuslag tetap dibatalkan, Wawasan, 19/5/2004, 2
  451. Sidang Enam Aktivis Buruh FNPBI Diwarnai Aksi Demo, Wawasan, 10/1/2002, 3
  452. Siswa MA Turun ke Jalan, Suara Merdeka, 9/10/2002, 27
  453. Siswa SMK 3 Demo, Tuntut Penurunan RAP, Wawasan, 14/8/2002, 5
  454. Siswa SMU 8 Kota Cirebon Lakukan Aksi Unjuk Rasa, Pikiran Rakyat, 15/8/2002, 6
  455. Siswa SMU Katolik Unjuk Rasa di Kantor Yayasan, Pedoman Rakyat, 24/8/2002, 2
  456. Siswa SMUN 5 Demo Tuntut SPP Turun, Bernas, 9/9/2002, 8
  457. Siswa SMUN I Glagah Demo Lagi, Surya, 25/8/2002, 4
  458. Siswa Unjuk Rasa Karena Diprovokasi, Suara Merdeka, 9/10/2002, 27
  459. Siswa-Guru SMK Bambang Sugeng Mogok Belajar, Wawasan, 1/8/2002, 9
  460. SK Turun, Gaji Tertunda, Surya, 12/6/2003, 18
  461. Soal Guru Bantu di Kabupaten Semarang Sudah Sesuai Aturan, Wawasan, 26/6/2003, 7
  462. Soal Rencana “Ruislag” Lahan SMK 7 dan SMK 8: Guru dan Karyawan Diminta Memahami …, Kompas, 27/9/2003, 18 (Jateng & Jogja)
  463. Soal Ruislag SMK 7: Para Guru Tuntut Kepastian, Wawasan, 6/9/2003, 2
  464. SPP Naik, Ratusan Siswa SMKN I Purworejo Mogok, Republika, 29/8/2002, 16
  465. SPP Naik, Siswa SMKN I mogok, Suara Merdeka, 29/8/2002, 19
  466. Status Guru Bantu Dibedakan, Suara Merdeka, 27/6/2003, 19
  467. Status tak Jelas, Guru Agam Tanyakan Nasib, Wawasan, 2/9/2003, 5
  468. Sukardi, puluhan tahun jadi guru bantu, Surya, 10/12/2005, 19
  469. Sukawi: Guru Jangan Ngotot Menolak, Jawa Pos, 26/9/2003, 1 (Radar Semarang)
  470. Swasta Bayar Guru Honor Suku Pedalaman, Bernas, 10/4/2003, 10
  471. Tak Logis, Pensiun Guru hanya Berpatokan Usia, Wawasan, 7/7/2003, 5
  472. Tenaga guru tidak tetap turun ke jalan15, Suara Merdeka, 24/2/2006, 24
  473. Terancam PHK, guru Nurul Ilmi demo DPRD SU, Waspada, 17/9/2005, 5
  474. Terima Rapelan, Senyum Guru Bantu Mengembang, Suara Merdeka, 9/9/2003, 25
  475. Tersendat dan Tak Merata, Insentif GTT di DKI Jakarta, Rakyat Merdeka, 5/10/2003, 5
  476. Thousands of theachers unpaid for three months, The Jakarta Post, 16/8/2003, 5
  477. THR Guru di Kedungpring Disunat, Surya, 3/12/2003, 18
  478. THR Guru Rp 100 Ribu, Wawasan, 12/11/2003, 8
  479. THR Lebaran Nyantol, Surya, 13/12/2003, 18
  480. THR Ratusan Guru Dipotong, Surya, 18/11/2003, 24
  481. Tiga Bulan Belum Gajian, Guru Bantu Utang, Suara Merdeka, 12/8/2003, 28
  482. Tiga Bulan Sejumlah Dosen Kontrak di FE UKSW Salatiga belum Gajian, Suara Merdeka, 2/10/2003, 21
  483. Tiga Bulan Tak Gajian, Guru Bantu di Agra Ancam Mogok Kerja, Waspada, 24/9/2003, 13
  484. Tiga Hari Guru SMK Pancasila Mogok, Suara Merdeka, 22/10/2002, 15
  485. Tiga mantan guru SMA Muhammadiyah mogok makan, Wawasan, 27/8/2004, 16
  486. Tolak Pemecatan Dan Mutasi Guru Siswa SMU Hang Tuah Belawan Demo, Waspada, 26/7/2002, 1
  487. Tolak Ruislag, Guru SMK 7 Mogok Mengajar, Suara Merdeka, 7/9/2003, 2
  488. TP-PPK Aceh Utara Rekrut 40 Guru, Waspada, 27/6/2003, 15
  489. Tujuh Bulan Tunjangan Belum Bidayarkan, Suara Merdeka, 13/8/2003, 22
  490. Tujuh Guru Diintimidasi, Suara Merdeka, 21/5/2003, 21
  491. Tunjangan Buat Guru SD 600 Ribu, Diterima Cuma 405 Ribu: Kok Gede Banget Dipotongnya, Rakyat Merdeka, 7/5/2003, 15
  492. Tunjangan Fungsional Guru Naik 50 Persen, Suara Merdeka, 10/2/2003, 25
  493. Tunjangan Operasional Guru Rp 7,5 M Belum Cair, Surya, 9/12/2003, 18
  494. Tuntut BUP 56 Tahun Dihapuskan, Dua Ribu Guru Demo Protes Soal Pensiun, Wawasan, 4/7/2003, 8
  495. Tuntutan Tak Dipenuhi, Siswa SMKN I Kembali Demo, Wawasan, 30/8/2002, 6
  496. Uang Kesejahteraan Guru SMUN 77 Dipotong, Koran Tempo, 21/10/2003, B5
  497. Uang Rapel Guru Digerogoti Tikus, Rakyat Merdeka, 6/2/2003, 5
  498. Uang Tambahan untuk Guru, Bernas, 10/4/2003, 10
  499. Umur Dibatasi 56 Tahun: Pensiun Besar-besaran Ketika Kurang Guru, Wawasan, 12/7/2003, 6
  500. Untuk Biaya Hidup Terpaksa Ngutang: 643 Guru Bantu 3 Bulan Belum Digaji, Wawasan, 9/8/2003, 9
  501. Upah Mengajar Ustad antara Rp 10.000 – 20.000/ Bulan, Suara Merdeka, 15/10/2003, 26
  502. Usia Pensiun 56 Tahun bagi Guru belum Diberlakukan, Suara Merdeka, 5/8/2003, 23
  503. Usia Pensiun 56 Tahun Baru Sosialisasi, Suara Merdeka, 26/7/2003, 22
  504. Usia Pensiun 56 Tahun, Guru Resah, Suara Merdeka, 4/6/2003, 22
  505. Usut Pemotong Gaji GB, Jawa Pos, 22/8/2003, 18
  506. Wajar Minggat Bila Gaji Kecil, Rakyat Merdeka, 3/7/2003, 5
  507. Wakil Guru Tidak Tetap Unjuk Rasa, Suara Merdeka, 20/7/2003, 4
  508. Wali Murid Tuntut Kepala Sekolah Dipecat, Wawasan, 1/10/2002, 7
  509. Walikota Janjikan Insentif bagi Guru SD Pusong, Waspada, 26/9/2003, 14
  510. Wiyata Bakti Diusulkan Sebagai Guru Bantu, Suara Merdeka, 12/11/2003, 23
  511. Yayasan Masih Abaikan Nasib Guru, Jawa Pos, 20/9/2003, 2 (Radar Semarang)

One comment

  1. Diknas & Kejaksaan Tinggi Jawa Timur diduga Jadi Preman & Makelar Proyek ???

    Judul diatas awalnya tentu sulit dipahami, karena:

    1. Apa hubungan aparat hukum/jaksa dengan preman dan proyek
    2. Apa hubungan aparat hukum/jaksa dengan proyek kok bisa jadi
    makelar
    3. Bagaimana preman kok bisa jadi makelar proyek? Bagaimana aparat
    hukum/jaksa kok bisa jadi preman

    A. untuk itu bisa dilihat kronologis peristiwa yang terjadi:

    1. Tanggal 9 Juli 2008, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Mengundang
    seluruh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten dan Kota di propinsi Jawa
    Timur (dengan penekanan undangan bahwa Kepala Dinas kabupaten dan
    Kota harus hadir sendiri, tidak boleh diwakilkan) dan Perwakilan
    Sekolah2 di kabupaten dan kota di Jawa Timur yang menerima bantuan
    dana dari pemerintah pusat yang berupa Dana Alokasi Khusus
    (DAK)/Dana APBN, untuk rehabilitasi gedung SD yang rusak dan program
    peningkatan mutu SD (sekolah dasar) yang berupa pembelian buku, alat
    peraga pendidikan dan multi media,
    dengan thema pertemuan sebagaimana tertera dalam undangan dan
    spanduk dalam ruangan pertemuan yakni: “sosialisasi program hukum
    dan pelaksanaan DAK tahun Anggaran 2008”
    Tempat acara di Hotel Royal Orchids Garden, Kota Batu, Jawa Timur

    2. Berturut-turut berbicara didalam forum tersebut:

    a. Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur yang meberikan kata
    pengantar

    b. Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang memberi gambaran sekilas
    kenapa harus melakukan acara tersebut dan menyatakan bangga bahwa
    permintaanya dipatuhi, bahwa seluruh kepala dinas hadir tanpa
    diwakilkan kepada staff. Untuk itu diminta menyimak apa yang akan
    disampaikan oleh para asisten dari kantor kejaksaan tinggi jawa
    timur.

    c. Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa
    Timur yang memaparkan tentang bagaimana pelaksanaan program DAK
    pendidikan tahun anggaran 2008

    d. Asisten Intel (Asintel) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang juga
    memaparkan tentang bagaimana pelaksanaan program DAK pendidikan
    tahun anggaran 2008. Baik Aspidsus maupun Asintel Kejaksaan Tinggi
    Jawa Timur dalam memaparkan pelaksanaan program DAK pendidikan 2008
    tersebut, menjelaskan berdasarkan paper/naskah yang dibagikan
    panitia acara sebelum para peserta memasuki ruangan. Paper/naskah
    tidak ada keterangan bahwa ini penjelasan dari siapa atau dari
    instansi mana.
    Baik Adpidsus maupun asintel Kejaksaan Tinggi Jawa Timur intinya
    menekankan, agar perwakilan kepala sekolah yang hadir dan para
    kepala dinas se-jawa timur (untuk diteruskan kepada sekolah2
    diwilayahnya) dalam melaksanakan program DAK tahun anggaran 2008,
    khususnya dalam pekerjaan pengadaan barang untuk peningkatan mutu
    sekolah, berpedoman kepada paper/naskah tersebut.
    Jadi pertemuan atas undangan Kejaksaan Tinggi jawa Timur tersebut,
    khusus membahas pekerjaan pengadaan barang untuk peningkatan mutu
    sekolah yang merupakan salah satu bagian dalam program DAK
    pendidikan tahun 2008.

    e. Bagian Penerangan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
    Intinya menerangkan bahwa sebaiknya apa yang disampaikan Aspidsus
    dan Asintel dipatuhi oleh Kepala Dinas dan sekolah, dari pada nanti
    kena sanksi hukum. Peserta yang tadinya sedikit banyak sudah merasa
    tertekan, ter-intimidasi, Dalam session ini perasaan ter-intimidasi
    semakin kuat, karena Bagian Penerenagan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
    ini sambil berceramah diselingi menyanyikan lagu2 yang dirubah
    liriknya, misalnya,… awas kalau tidak ikut akan terkena bahaya…
    awas hati hati nanti bisa saya kau kumasukkan bui (penjara)… awas
    jangan anggap enteng nanti kamu akan kena kerangkeng(kurungan )..
    hahaha… hihihi bisa masuk penjara dsb. (lagu asli untuk film
    cinderela versi indonesia)

    f. Para peserta yang selain sudah merasa tertekan ini juga semakin
    bingung, karena sebenarnya untuk pelaksanaan program DAK ini secara
    keseluruhan maupun yang dibahas didalam forum tersebut (pengadaan
    barang untuk peningkatan mutu) sudah diatur didalam buku panduan
    petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan DAK tahun anggaran 2008 yang
    berisi peraturan menteri, Surat edaran Dirjen dsb, dimana dalam
    juknis tersebut juga sudah berdasar pada beberapa peraturan
    perundangan yang berlaku. (sebagaimana juga disebutkan oleh para
    pejabat kejaksaan tinggi jawa timur pada awal acara, bahwa tidak
    perlu risau bahwa dengan melaksanakan program DAK, termasuk
    didalamnya pengadaan barang untuk peningkatan mutu, sesuai dengan
    juknis berarti sudah mentaati peraturan yang lain seperti Kepres
    tahun 1980 dsb)

    g.Tetapi pada pembicaraan selanjutnya yang berdasar paper/naskah
    yang dibagikan tersebut, para peserta menjadi tertekan dan bingung.
    Sebab jika ini adalah acara sosialisasi pelaksanaan program DAK
    tahun 2008, yang berwenang adalah pihak Depdiknas sesuai dengan
    tingkatan wilayah masing masing. Dan harusnya dalam program
    sosialisasi, adalah bagaimana peserta dapat memahami juknis tersebut
    dengan benar dengan menerangkan secara lebih jelas dan mempelajari
    secara bersama buku juknis tersebut.
    Tapi yang disampaikan adalah paper/naskah yang tidak diketahui dari
    instansi mana yang membuatnya, yang dikatakan bahwa ini adalah
    penjabaran juknis khusus pengadaan barang untuk peningkatan mutu
    dalam program DAK tahun anggaran 2008. Sehingga ada pertanyaan
    (dalam hati atau bisik-bisik tentunya, karena tidak berani) jika
    peserta mengikuti langkah ini, apakah benar benar benar aman secara
    hukum.
    Karena memang yang bicara adalah para petinggi Kejaksaan Tinggi Jawa
    Timur, akan tetapi dalam paper/naskah tidak tertulis, siapa penulis
    naskah, dan atau dari instansi mana.
    Jadi tetap saja jika melaksanakan sesuai isi paper tersebut, akan
    tetapi jika suatu saat ternyata bermasalah secara hukum, atau
    seperti yang lazim terjadi bahwa jika aparat tidak berkenan tetap
    akan dapat dicari kesalahan, yang dapat membuat mereka (dinas dan
    kepala sekolah) menjadi bermasalah dengan hukum, dihadapan aparat
    hukum termasuk salah satunya adalah para jaksa. Sebab semua pihak
    bisa saja mengelak dengan mengatakan bahwa paper/naskah itu adalah
    bukan tulisannya atau bukan dari instansinya.

    h. Keresahan ini juga muncul karena mekanisme pengadaan barang
    untuk peningkatan mutu dalam program DAK tahun anggaran 2008, sudah
    dijelaskan dengan sangat jelas didalam juknis.
    Tapi dalam penjelasan berdasar paper/naskah tersebut oleh para
    petinggi kejaksaan tinggi hal yang sebetulnya tidak terlalu rumit
    sebagaimana tertera dalam juknis, dibuat sedemikian rupa sehingga
    nampak menjadi lebih rumit/sulit dipahami. Apalagi dengan beberapa
    penambahan penambahan persyaratan yang sebenarnya tidak diatur dalam
    juknis, dan terkesan mengada-ada, tetapi menimbulkan tekanan atau
    perasaan terintimidasi tersendiri bagi para peserta, karena selalu
    ada penjelasan, bahwa jika tidak seperti paper/naskah ini bisa saja
    menjadi bermasalah secara hukum. Apalagi ada penjelasan sambil
    menyanyikan lagu-lagu yang diubah liriknya menjadi lagu-lagu ancaman
    untuk memenjarakan kepala dinas, staff dinas maupun kepala sekolah.
    Bisik-bisik antar kepala dinas bersama staff maupun kepala sekolah
    yang hadir, menyatakan benar atau salah penjelasan ini jika
    dibandingkan dengan juknis, tapi yang bicara adalah para petinggi
    kejaksaan tinggi jawa timur, yang punya wewenang untuk memeriksa
    atau memproses orang secara hukum dan punya wewenang tanpa batas
    untuk memeriksa orang semaunya.
    Benar atau salah, jika tidak memenuhi dan menuruti keinginan para
    petinggi kejaksaan tinggi ini bisa repot nantinya. Karena yang benar
    bisa dijadikan bersalah dan tidak selamat kalau tidak nurut. Dan
    jika meski melakukan hal yang tidak benar karena menuruti keinginan
    para petinggi itu bisa dijadikan hal yang benar.
    Bisik-bisik ini muncul karena, selain banyak hal-hal yang ditambah-
    tambahkan diluar apa yang diatur dalam juknis, sehingga menambah
    semakin rumit proses yang sebenarnya tidak terlalu sulit (Apalagi
    dengan intimidasi yang terjadi didalam forum, membuat orang menjadi
    bingung untuk melaksanakan, karena saking rumitnya untuk menjalankan
    program dan takut jika salah melangkah karena diberi pemahaman yang
    rumit dan menakutkan karena ancaman akan dimasukkan penjara).
    Juga kalau diteliti bahwa penjelasan yang ada didalam forum
    tersebut, beberapa hal sebenarnya menjadi bertentangan atau
    melanggar juknis. Maka muncullah bisik-bisik itu, menjalankan juknis
    bisa menjadi salah, menjalankan apa yang disampaikan dalam forum,
    itu bisa juga menjadi melanggar juknis dan artinya bisa
    dikategorikan melanggar hukum. Wah.. wah..wah.. maju kena mundur
    kena… sama-sama bisa masuk penjara.. Tapi karena yang punya kuasa
    adalah para petinggi hukum ini, ya kita nurut saja apa yang
    dikehendaki oleh mereka. Demikian lebih kurang saling curhat
    diantara para peserta.

    i. Pada situasi yang demikian, ketika acara akan berakhir, di depan
    forum tampillah Bapak. Muchlis, yang menyatakan bahwa beliau adalah
    utusan resmi Direktorat/ Depdiknas Pusat. Beliau mengatakan agar
    para peserta tidak boleh pulang dulu, karena ada pembicara terakhir.
    Menurut beliau, pembicara terakhir ini adalah pembicara Kunci.
    Menurut beliau kenapa dikatakan kunci, karena ibarat ruangan tempat
    forum tersebut berlangsung jika tidak dikunci, maka semua orang bisa
    masuk ruangan. Maka harus dikunci agar tidak ada orang lain yang
    bisa ikut masuk ruangan.
    Artinya Program DAK 2008 khususnya pengadaan barang untuk
    peningkatan mutu itu jangan sampai orang lain bisa ikut dalam
    pekerjaan ini.
    Maka ditampilkanlah oleh Bapak Muchlis, seorang direktur sebuah
    perusahaan yang merupakan suplier buku, alat peraga pendidikan dan
    multi media yang akan memenuhi kebutuhan dalam pekerjaan pengadaan
    barang untuk peningkatan mutu dalam program DAK tahun anggaran 2008.
    Maka hadirin dipersilahkan menyambut kehadiran Direktur PT. Bintang
    Ilmu.
    Maksudnya dengan mengambil istilah ruangan harus dikunci tersebut,
    agar seluruh dinas pendidikan dan kepala sekolah di jawa timur yang
    mendapatkan bantuan dana dari pemerintah yang bersumber pada APBN
    tersebut, memberikan pekerjaan pengadaan barang untuk peningkatan
    mutu dalam program DAK tahun anggaran 2008 hanya kepada PT. Bintang
    Ilmu sebagai distributor tunggal atau kepada agen2 pemasaran dari
    PT. Bintang Ilmu saja. Orang lain tidak boleh masuk.
    Bahkan sebagai utusan direktorat/ depdiknas pusat Bapak Muchlis
    menyatakan, bahwa Direktur Bintang Ilmu ini kemana-mana keseluruh
    Indonesia beliau ajak serta, agar dinas pendidikan dan kepala
    sekolah di seluruh Indonesia tahu siapa yang diperbolehkan
    melaksanakan pekerjaan pengadaan barang untuk peningkatan mutu dalam
    program DAK tahun 2008. Karena PT. Bintang Ilmu sebagai Agen
    Tunggal, sebagaimana disebutkan pada brosur2nya yang dibagikan
    kepada peserta disitu maupun diseluruh Indonesia , mempunyai banyak
    agen pemasaran.
    Apalagi forum ini yang turut mengundang adalah para petinggi
    kejaksaan tinggi jawa timur, dengan pesan agar kepala dinas tidak
    mewakilkan kepada staff, harus hadir sendiri secara langsung. Untuk
    itu harus diperhatikan oleh seluruh kepala dinas dan kepala sekolah
    itu, jika tidak menuruti apa yang telah disampaikan bisa berakibat
    fatal bagi kepala dinas dan para kepala sekolah.

    j. Di depan forum Direktur Bintang Ilmu, menyampaikan bahwa Bapak
    Muchlis ini beliau bawa kemana-mana, keseluruh Indonesia . Agar
    seluruh Dinas pendidikan dan kepala Sekolah, menjadi patuh dan
    dengan patuh mereka aman.
    Beliau juga menyampaikan bahwa Beberapa kepala dinas di beberapa
    kabupaten, nyaris masuk penjara (beliau mengungkapkan dengan kata-
    kata: kepala dinas itu karena gak nurut pada kita.. tinggal 2cm dari
    pintu penjara..tinggal didorong masuk.. langsung blamm… merasakan
    sengsaranya hidup dibalik terali besi/ mengutip lagu2 yang
    dilantunkan Bagian Penerangan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
    sebelumnya)
    Karena kemudian akhirnya nurut kepada Bintang Ilmu, sebagaimana apa
    yang disampaikan oleh Bapak Muchlis tadi, maka beberapa kepala
    dinas pendidikan itu oleh Direktur Bintang Ilmu diselamatkan dan
    tidak jadi masuk penjara.
    Direktur PT. Bintang Ilmu juga menegaskan bahwa paper dan semua apa
    yang telah disampaikan oleh para petinggi kejaksaan tinggi jawa
    timur tersebut bersumber dari dirinya, para petinggi tersebut
    tinggal melaksanakan saja.
    Direktur Bintang Ilmu dalam forum tersebut juga menyayangkan bahwa
    kepala kejaksaan negeri di jawa timur yang hadir dalam forum ini
    hanya dua. Dia menyatakan di jawa barat, jawa tengah, banten, dan
    beberapa daerah yang lain, tidak berani seperti ini. Seluruh kepala
    kejaksaan negeri di propinsi lain pasti hadir jika dia membuat acara
    semacam ini.
    Apalagi ini Kepala kejaksaan Tinggi adalah sebagai pihak yang
    mengundang dan Kepala kejaksaan Tinggi dan semua asisten yang
    penting dan berkompeten berbicara langsung agar acara ini
    berlangsung dan menghasilkan sesuatu sebagaimana yang diharapkan.
    Melihat kenyataan adanya kemungkinan ketidak-patuhan hampir semua
    kejaksaan negeri ini (dilihat dari yang hadir hanya 2 kepala
    kejaksaan negeri) mungkin perlu dipertimbangkan bahwa di Jawa Timur
    sebaiknya nantinya proses pemeriksaan kepada dinas pendidikan dan
    kepala sekolah yang tidak patuh pada arahan pada forum ini,
    dilakukan oleh kejaksaan tinggi, bukan oleh kejaksaan negeri.
    Dalam kesempatan itu, Direktur Bintang Ilmu juga menyesalkan bahwa
    beberapa kota dan kabupaten di jawa timur telah mulai melaksanakan
    proses tahap awal program DAK tahun 2008 baik berupa penetapan
    sekolah penerima bantuan, sosialisasi program kepada sekolah dan
    seterusnya. sebelum mendapatkan bekal dari forum ini. Ungkapan
    ungkapan seperti.. Ingin masuk penjara rupanya.. dan berbagai
    sindiran lainnya meluncur dari Direktur Bintang Ilmu.
    Ungkapan ini muncul karena pada beberapa kabupaten dan kota yang
    sudah mulai menjalankan program ini, diperkirakan pemesanan barang
    tidak kepada PT. Bintang Ilmu maupun agen agen pemasarannya. sebab
    PT. Bintang Ilmu belum siap.
    Jadi terungkap dalam forum sebenarnya bahwa PT. Bintang Ilmu belum
    selesai mempersiapkan diri untuk menjalankan program DAK tahun 2008
    ini. Maka dengan diadakannya forum ini diharapkan dinas dan sekolah
    jangan melaksanakan program ini dahulu.
    Maka dalam penjelasan di dalam forum ini dibuatlah sebuah proses
    yang cukup rumit dan proses yang panjang,lama berliku-liku (jika
    dicermati sebenarnya hal itu menjungkir-balikkan apa yang diatur
    dalam juknis dan bertentangan dengan juknis), barulah dinas dan
    sekolah boleh menjalankan program.
    (NB: padahal dalam juknis pelaksanaan DAK sudah jelas bahwa sejak
    juknis selesai dibuat, apalagi sebelumnya sudah ada sosialisasi-
    sosialisasi oleh direktorat kepada dinas pendidikan kabupaten dan
    kota , mereka sudah bisa mulai mengawali proses pelaksanaan program
    ini, yakni penetapan sekolah penerima bantuan, sosialisasi kepada
    sekolah penerima bantuan dan seterusnya)
    Dengan sindiran yang sedikit banyak berisi intimidasi tersebut
    beberapa kepala dinas yang nama daerahnya disebut oleh Direktur
    Bintang Ilmu, sebagai dinas yang tidak patuh dan tidak bisa atau
    disindir dengan ungkapan tidak mau mengarahkan sekolah sekolah
    penerima DAK, agar setiap programnya ada dalam kendali dan
    pengkondisian dari dinas itu, hanya bisa tersenyum kecut menoleh
    kekiri dan kekanan memandang rekan sejawat dari kabupaten dan kota
    yang lain. Ditambah rasa takut ibarat sampai keluar keringat sebesar
    butiran jagung melihat para petinggi aparat hukum yang pandangan
    matanya langsung tertuju fokus kepada diri mereka.

    k. Acarapun selesai, dan selanjutnya Direktur Bintang Ilmu beserta
    karyawannya yang menjadi panitia acara tersebut dan para agen
    pemasarannya , mendekati para kepala dinas dan kepala sekolah yang
    ada, dengan menekankan agar patuh pada apa yang telah disampaikan
    oleh para petinggi kejaksaan tinggi jawa timur, kalau kepala dinas
    dan kepala sekolah ingin selamat dan tidak masuk penjara. Dan
    diberitahukan bahwa dengan telah jelas dengan adanya forum ini,
    bahwa program ini adalah program dari aparat penegak hukum/kejaksaan
    dan dengan itu agar kepala dinas tidak terkena masalah hukum,
    sebaiknya mau dan bisa mengkondisikan sekolah penerima DAK di
    wilayahnya agar tidak menerima orang lain, sebagaimana diungkapkan
    dalam forum yang menampilkan direktur Bintang Ilmu dengan mengambil
    perumpamaan istilah kunci.
    maka waktu para kepala dinas dan kepala sekolah berkemas mau pulang
    dari acara pertemuan, sering muncul ungkapan diantara mereka..
    Sudahlah kita nanti harus beli barangnya kejaksaan ini saja biar
    selamat… daripada nanti dinas atau sekolah tidak beli barang dari
    kejaksaan ini, pasti gak selamat. benar atau salah mereka yang
    berhak menentukan.. . mereka berhak memanggil untuk diperiksa dengan
    seenaknya dan semaunya kok.. walau diperiksa tidak ditemukan
    kesalahan saja… pasti akan dipanggil terus menerus berkali-kali.
    sampai kapok, sampai ditemukan kesalahan atau sampai terpaksa
    mengaku salah. lha iya kalau rumahnya dekat dengan kantor kejaksaan
    tinggi disurabaya, kalau jauh dipucuk gunung… bisa habis rumah
    dijual untuk ongkos transport.. belum waktu pasti banyak hilang…
    kapan ngurus pendidikan.. . juga kapan guru bisa mengajar pada
    muridnya… belum lagi stress-nya.. . sudahlah biar aman kita beli
    saja barang milik kejaksaan ini… bahkan pegawai bintang ilmu yang
    ada
    disitu ada yang menimpali.. sudahlah pak dinas harus mengkondisikan
    sekolah agar harus membeli barang yang merupakan program kejaksaan
    ini… meski ini dana swakelola sekolah karena merupakan dana
    blockgrain, tapi pasti jika program dari kejaksaan ini tidak
    berjalan maka dinas bagimanapun ada celah bisa dipanggil dan
    diperiksa, dan biasanya akan merembet pada program program lain yang
    dilaksanakan oleh dinas diluar program DAK. Jadinya dinas tidak aman
    dan tentram. Karena tinggal dorong dikit sudah bisa masuk penjara.
    sebagai contoh dalam DAK tahun 2007 beberapa daerah yang nurut dan
    mau mengkondisikan sekolah harus mengikuti program kejaksaan ini
    pasti selamat. sedangkan yang tidak bisa atau lebih tepat dikatakan
    tidak mau mengkondisikan, karena ini merupakan dana blockgrain dan
    dana swakelola oleh sekolah, meski sudah berjalan dengan baik dan
    benar, akan dipanggil berkali-kali oleh kejaksaan, jadi tidak nyaman
    bukan… malah pasti akan dicari celahnya pak, karena dalam
    pelaksanaan dan administrasinya sebaik apapun akan dapat dicari
    celahnya. Karena yang berwenang menentukan dapat diperiksa atau
    tidak, diarahkan bersalah atau tidak itu adalah kejaksaan… tambah
    suara suara itu lagi.

    B. Melihat kronologis yang demikian itu, yang menjadi pertanyaan dan
    harusnya diperiksa dan teliti adalah:

    1. Dengan kejaksaan tinggi jawa timur mengundang seluruh kepala
    dinas kabupaten dan kota di jawa timur dan beberapa kepala sekolah
    sebagai perwakilan kepala sekolah penerima DAK tiap kabupaten dan
    kota di seluruh jawatimur tadi, dengan acara sosialisasi program
    hukum dan pelaksanaan DAK tahun anggaran 2008, apakah sudah tepat
    menurut peraturan yang berlaku. Karena pelaksanaan program
    sosialisasi dalam pelaksanaan DAK bukanlah
    instansi kejaksaan. Apalagi dalam forum itu ternyata kejaksaan
    menghadirkan pihak yang mempunyai kepentingan lain untuk memberikan
    hal-hal yang harus dipatuhi oleh dinas dan kepala sekolah.

    2. Untuk itu patut diperiksa anggaran yang dipakai oleh kejaksaan
    tinggi jawa timur untuk melaksanakan acara tersebut.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: