h1

PPK-IPM Kabupaten Cianjur

July 23, 2007

PPK-IPM Kabupaten Cianjur

PROGRAM Pendanaan Kompetisi akselerasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat yang digulirkan Gubernur Danny Setiawan, ternyata telah menjadi dorongan bagi Kabupaten Cianjur untuk meningkatkan pencapaian IPM. Hal itu terbukti, pada tahun 2006 ditargetkan IPM sebesar 69,1. Target ini lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian IPM tahun 2004 sebesar 66,18.

Untuk merealisasikannya, hal ini tidak terlepas dari proses seleksi PPK-IPM yang diikuti Kab. Cianjur. Beberapa tahapan seleksi, telah dilalui dengan baik dan akhirnya Cianjur dinyatakan sebagai salah satu dari sembilan daerah yang menerima dana PPK-IPM tahun 2006 sebesar Rp 20 miliar. “Kita bersyukur, Cianjur lolos dan menerima dana PPK-IPM dari Pemprov Jawa Barat, sehingga peningkatan pencapaian IPM bisa terus dilakukan,” kata Bupati Cianjur Drs. Tjetjep Muchtar Saleh.

Secara geografis, Cianjur merupakan daerah yang cukup luas yakni mencapai 350.148 hektare, di mana secara administrasi terbagi dalam 30 kecamatan, 342 desa dan 6 kelurahan. Kecamatan tersebar di tiga wilayah, yakni wilayah utara sebanyak 15 kecamatan, wilayah tengah 8 kecamatan dan wilayah selatan 7 kecamatan.

Tingkat pencapaian IPM Cianjur pada tahun 2004 sebesar 66,18 terdiri dari Indeks Pendidikan (IP) 78,61, Indeks Kesehatan 66,75 dan Indeks Daya Beli (IDB) 53,17.

Sementara, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) tahun 2004 mencapai 3,51% atau naik 1,45% dibandingkan LPE tahun 2003 yang sebesar 3,46%. Sedangkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perkapita atas dasar konstan sebesar Rp 1.108.530,07 dan PDRB per kapita atas dasar harga baku sebesar Rp 3.913.483,89.

Masih rendahnya pencapaian Indeks Daya Beli (IDB) Cianjur tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang dihadapi, misalnya keterbatasan kesempatan kerja dan rendahnya pendapatan masyarakat. Setelah melakukan kajian dan analisis, maka dengan program PPK-IPM, IDB 2006 ditargetkan sebesar 63,8.

Untuk mencapai target itu, disusun sedemikian rupa program sinergis, baik sumber pendanaannya melalui PPK-IPM, APBD Cianjur maupun dari APBD Provinsi Jabar dan APBN. Hasil yang hendak dicapai adalah bagaimana meningkatkan penciptaan kesempatan kerja masyarakat, menunjang peningkatan pendapatan masyarakat dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Program yang telah disusun dan akan dilaksanakan tahun 2006 untuk IDB di antaranya, “bangkit kop” untuk pembinaan KUKM sebanyak 400 orang, “bina musa” pendampingan 26 kelompok usaha, “biomterial” penyediaan bahan baku bambu, “gempar haus” peningkatan peternak burung puyuh sebanyak 70 orang, “laduni” pembinaan petani lebah madu untuk 80 orang, “introduksi leisa” pembinaan petani untuk 2.200 kepala keluarga, “mantap mop” pelatihan perbengkelan untuk 120 orang dan program ”salemas” pelatihan mutu produk sale pisang.

Sinergis

Program IDB dalam PPK-IPM tersebut kemudian dipadukan dengan program yang dilaksanakan melalui pembiayaan APBD Cianjur dan APBD provinsi maupun APBN. Sehingga, program daya beli menjadi satu rangkaian tak terpisahkan.

Program serupa juga dilaksanakan untuk Indeks Pendidikan. Sebab, sampai saat ini persoalan yang dihadapi misalnya sebanyak 3,49% penduduk berusia 10-44 tahun atau sebanyak 31.557 jiwa buta huruf. Kemudian, sebanyak 59.772 jiwa berusia 13-15 belum terlayani pendidikan setingkat SLTP.

Untuk mengatasi persoalan itu, program yang akan dilakukan tahun ini yakni cegah aksara untuk 10.560 jiwa, penyelenggaraan program paket B di pontren salafiah dan pengembangan SD-SMP satu atap.

Persoalan Indeks Kesehatan (IK) di Cianjur yakni masalah penyakit berbasis lingkungan cukup tinggi seperti diare, ISPA, TBC dan lain-lain. Kemudian, masalah masih rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat serta layanan kesehatan belum memadai.

Program yang akan dilaksanakan menyangkut kesehatan yaitu peningkatan layanan lingkungan melalui kegiatan ”desa lingga maslahat”, ”rampak gawe” dan lingkungan resik. Sedangkan program pengembangan kegiatan kemasyarakatan melalui kampanye posyandu, pelatihan dan orientasi posyandu, dsb. Untuk program peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pembiayaan kesehatan, melalui pengembangan tabungan ibu bersalin.

Keberhasilan Cianjur memenangkan PPK-IPM yang digulirkan Gubernur Danny Setiawan, tidak terlepas dari keterlibatan seluruh stakeholders di Cianjur, baik lembaga perguruan tinggi, pondok pesantren, lembaga swadaya masyarakat, berbagai organisasi kemasyarakatan, asosiasi, dsb.

Kemudian, juga tak terlepas dari tim satuan pelaksana (satlak) PPK-IPM Cianjur yang bekerja tanpa kenal lelah dalam menyusun program di bawah arahan Bupati Cianjur sebelumnya yakni Bapak Wasidi Swastomo. Hal inilah yang menjadi spirit bagi Cianjur untuk merealisasikan pencapaian IPM pada tahun 2006. |pikiran-rakyat.com|

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: