h1

Tujuh Tahun SDN Cianjur Rusak Berat

February 28, 2008

cianjur-news-berita-sekolah.jpgCianjurNews.Com | Kejadian ini sangat ironis sekali dengan apa yang sedang di canangkan dan ditargetkan cianjur 2009 bebas buta aksara seperti di bacakan oleh Wakil Bupati Cianjur, Drs. H. Dadang Sufianto, MM, dalam sambutan tertulisnya dalam acara pembukaan sosisaliasi program pendidikan keaksaraan yang diselenggarakan oleh Yayasan Swadamas Jayagiri Ditargetkan pada tahun 2009 jumlah penyandang buta aksara sudah tidak ada lagi di Kabupaten Cianjur atau paling tidak hanya mencapai 1 % . Dengan kata lain, Angka Melek Huruf (AMH) Kabupaten Cianjur pada tahun 2009 mencapai 99%.

Padahal Pemprov DKI dari tahun ketahun memberikan sumbangan bantuan untuk dana pendidikan dan kesesehatan yang cukup besar senilai 40M untuk wilayah BODETABEKJUR.

Tetapi sampai dengan sekarang masih saja ada sekolah yang tidak layak untuk di pakai dalam kegiatan belajar mengajar. Bagaimana bisa belajar dengan tenang jika sarana-dan prasarana tidak terpenuhi dan memenuhi standart. Bagaimana bisa mencetak kader-kader yang berkualitas jika mereka tidak mendapat kenyamanan di dalam proses belajar.


Letaknya hanya sekitar 100 kilometer dari Ibu Kota Negara Republik Indonesia. Tetapi coba tengoklah bangunan Sekolah Dasar Negeri Lengkob di Majalaya, Cikalong, Cianjur, Jawa Barat. Ketika reporter Liputan 6 SCTV Asep Didi menyambangi sekolah ini, Kamis (21/2), sebagian jendela dan pintunya copot. Dindingnya terkelupas. Langit-langitnya bolong, bahkan gentengnya sebagian raib. Kursi dan mejanya pun lapuk. Kalau musim hujan, kegiatan belajar terpaksa diliburkan.

Sudah tujuh tahun sekolah berusia 25 tahun ini rusak. Meski demikian, semangat belajar lebih 100 siswa tidak surut. Namun wajar bila setiap hari siswa dihantui perasaan cemas akan tertimpa bangunan reyot. “Ada rasa khawatir karena bangunan ini sudah mau roboh,” kata Fitri, siswa kelas empat.

Asep Saepudin, Kepala Sekolah SDN Lengkob, sudah berkali-kali mengajukan permohonan renovasi. Namun hingga beberapa kali kepala Dinas Pendidikan Cianjur berganti, renovasi tidak kesampaian juga. Memang, bangunan SDN Langkob belum mirip kandang ayam seperti yang digambarkan tokoh pendidikan Winarno Surahmad. Namun siapapun pasti setuju bangunan ini sangat tak layak disebut sekolah, lembaga terhormat pencetak calon pemimpin masa depan.

Sementara itu, bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri 220 Tanjung Duren, Jakarta Barat, juga rusak berat. Ini setelah tanggul Kali Sekretaris jebol awal Februari Silam yang membuat air bah menerjang sekolah dan merusak berbagai fasilitas. Bahkan, banjir juga nyaris merenggut nyawa seorang anak penjaga sekolah.

Menurut Kepala Sub Dinas Gedung dan Perlengkapan Sekolah DKI Jakara Rudi Siahaan, saat ini ada 437 sekolah rawan ambuk dan 100 di antaranya perlu rehabilitasi total. “Kita mengusulkan 29 daripada 100 sekolah. Cuma sampai sekarang ini, kita belum tahu berapa yang disetujui oleh bapak-bapak di DPRD, Bapeda, dan Biro Keuangan,” kata Rudi.

Salah satu gedung sekolah yang akan diperbaiki adalah SMPN 220. Ironisnya, para siswa SMPN 220 harus menunggu berapa lama lagi sekolah mereka direhabilitasi. Padahal, SMPN 220 pernah menjadi juara nasional kebersihan sekolah 2007 silam.

6 comments

  1. Prihatin…apakah belum nyadar bahwa merekalah nanti yang akan menjadi pelanjut cita-cita bangsa?


  2. saya nggak ngerti lagi mesti komen apa untuk hal beginian, bawaannya selalu geram dan pengen marah kepada para pemimpin kita itu, Hm…. memang selama ini kita termakan slogan… haduh saya nggak tahu lagi!


  3. Nyawa anak-anak koq enggak dihargai sih. Mereka (pemerintah) tidak takut itu anak-anak bisa mati jika gedungnya benar-benar roboh?

    Mohon ijin copy photonya untuk presentasi anakku mengenai Indonesia, ya.


  4. miris
    miris
    miris
    sedih
    sedih
    sedih
    inilah wajah dunia pendidikan kita


  5. bagaimana mungkin mencetak penerus bangsa yg gemilang bila inti pencerdasan bangsa saja tdk dikelola dgn baik…menyedihkan..😦


  6. mengapa sih pemeritah cianjur tidak mementingkan pendidikan…????
    malah memetingkan ke indahan saja……
    seperti membuat tamana kota….
    emang sih perlu keindahan tapi pendidikan yang harus di utamakan…….
    kalau pendidikan diberikan APBD lebih besar mungkin SDM akan meningkat……..
    kalau SDM meningkat cianjur akan maju dan segala yang di butuhkan cianjur akan tercapai



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: