h1

Apa yang Anda Cari dalam Pernikahan?

May 7, 2008

Apa sebenarnya yang kita harapkan dalam pernikahan? Cinta, gairah, atau ketentraman?

Dalam kehidupan pernikahan, pasti ada saat ketika Anda atau pasangan merasa tidak lagi ada ‘getaran’ di antara Anda. Jika begini, apa yang Anda lakukan? Mencoba mencari getaran itu dari orang lain?

“Saya masih mencintaimu, tapi tak merasakan lagi ‘rasa’ itu”. Demikian yang sering menjadi dalih perselingkuhan bagi sebagian orang. Dengan istri atau suami, getaran cinta itu telah hilang. Dan dari cianjur_cicin_pernikahan.jpgorang lain, mereka merasa sangat dicintai dan diinginkan. Mereka pun berpikir, tak ada salahnya mencurahkan semua perhatian kepada orang lain dan melupakan pasangan di rumah.

Saat pasangan merespons dengan menaikkan romantisme, mereka pun tak lagi tertarik, dan memberikan respons yang datar saja. Bila sudah begini, pernikahan pun akan terasa hambar. Bahkan, bukan tidak mungkin akan berakhir pada perceraian.

Sayang sekali jika demikian cara Anda memandang romantisme. Romantisme dianggap sebagai segala-galanya dalam pernikahan. Dan bila romantisme mulai meredup seiring waktu, pernikahan pun menjadi korban.

Romantisme adalah hal yang muncul saat terjalin hubungan yang sangat intim di antara dua orang yang saling jatuh cinta. Dongeng, novel, dan film percintaan semakin mengukuhkan ‘gambaran’ romantisme yang ‘ideal’. Mejalah dan televisi pun gencar memberitakan romantisme para selebritis yang mengumbar kemesraan di depan umum. Sebagai orang awam, kita seolah-olah diberikan contoh, begini lho, romantisme yang ideal. Dan karena terus-menerus dicecar, secara tidak sadar, kita juga memimpikan hal yang sama. Oh, betapa indahnya dunia jika…

Padahal, di kehidupan sebenarnya, jarang kita menemukan kisah cinta sedramatis itu. Film dan drama-drama percintaan hanyalah fiksi yang telah didramatisasi. Namun kita terlanjur menerima konsep romantisme itu.

Romantisme, sesungguhnya merupakan salah satu kebutuhan yang meminta pemenuhan, tak jauh berbeda dengan kebutuhan lainnya. Setiap orang tentu memiliki keinginan untuk dicintai, dihargai, dibutuhkan, dimengerti, dan disayangi. Kita mencoba mendapatkannya dengan menjalin hubungan dengan orang yang kita cintai.

Romantisme juga menjadi dasar yang penting dalam hubungan seksual. Saat kita merasa jatuh cinta dan dicintai, tubuh akan mengeluarkan hormon kimiawi tertentu yang membuat tubuh merasa ingin bercinta. Hormon sejenis pula yang muncul ketika hewan merasa terangsang.

Sepanjang hidup, kita akan mengalami sensasi jatuh cinta ini kepada dua hingga tiga orang. Tidak ada alasan pasti apa yang menyebabkan ini, mengapa kita tidak bisa jatuh cinta kepada setiap orang. Meski demikian, tidak berarti kita bisa langsung menyerahkan segalanya kepada siapapun yang membuat kita jatuh cinta. Kalau binatang, mungkin hal itu bisa terjadi.

Romantisme yang menggebu memang penting, namun biasanya hanya berlangsung sesaat. Setelah masa itu lewat, yang harus dilakukan oleh pasangan suami istri adalah menjaga keseimbangan. Penerimaan terhadap pasangan, rasa percaya, sehingga kehidupan rumahtangga menjadi stabil dan tenteram. KOMUNITAS BLOG CIANJUR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: